Close Klik 2x

Hakikat dan Fungsi Sosialisasi

Advertisement

Hakikat dan Fungsi Sosialisasi – Melalui proses sosialisasi, seseorang berkembang menjadi sosok dengan seperangkat nilai, pemahaman normatif, kesukaan dan ketidaksukaan, tujuan serta maksud, pola reaksi, juga konsep yang mendalam tentang dirinya sendiri. Bagaimanakah hakikat dan fungsi sosialisasi? Mari simak bahasan berikut.

TUJUAN PEMBELAJARAN

Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai hakikat dan fungsi sosialisasi.

1. HAKIKAT SOSIALISASI

Secara umum, sosialisasi dapat dimaknai sebagai proses belajar individu untuk mengenal dan menghayati norma-norma serta nilai-nilai sosial sehingga terjadi pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan tuntutan atau perilaku masyarakatnya. Menurut George Herbert Mead (1972) proses sosialisasi berlangsung melalui beberapa tahapan berikut:

a) Tahap persiapan (preparatory stage)
Tahap ini dialami seorang individu sejak dilahirkan, saat seorang anak mempersiapkan diri untuk mengenal kehidupan sosial di sekitarnya, termasuk berupaya memperoleh pemahaman tentang diri. Pada tahap dimaksud, anak mulai melakukan kegiatan meniru meski belum sempurna.

b) Tahap meniru (play stage)
Ditandai dengan semakin sempurnanya seorang anak menirukan peran-peran yang dilakukan oleh orang dewasa yang berada di sekitarnya. Pada tahap ini mulai terbentuk kesadaran tentang diri dan lingkungan sosial terdekatnya (keluarga, sahabat sebaya).

c) Tahap siap bertindak (game stage)
Peniruan yang dilakukan sudah mulai berkurang dan digantikan oleh peran yang secara langsung dimainkan sendiri dengan penuh kesadaran. Kemampuannya menempatkan diri pada posisi orang lain pun meningkat sehingga memungkinkan adanya kemampuan bermain bersama. Dia mulai menyadari adanya tuntutan untuk menjaga nama baik keluarga dan bekerja sama dengan teman-temannya.
Individu berinteraksi dengan banyak orang, maka pola hubungannya pun semakin kompleks. Bersamaan dengan itu, mulai timbul kesadaran bahwa ada nilai dan norma tertentu yang berlaku di luar keluarganya.

d) Tahap penerimaan norma kolektif (generalized stage)
Seorang individu diharapkan sudah menyelaraskan dan menyesuaikan dirinya dengan nilai, norma, maupun pola sosial budaya masyarakat di sekitarnya. Manusia dengan perkembangan diri pada tahap ini telah menjadi warga masyarakat dalam arti seutuhnya.

Adapun karakteristik umum proses sosialisasi, yakni:
• Sosialisasi merupakan suatu proses yang bersifat aktif.
• Berwujud proses belajar dan penyesuaian diri.
• Sosialisasi berlangsung secara bertahap, perlahan tapi pasti, dan berkesinambungan.
• Melalui sosialisasi, individu akan dapat menyesuaikan perilaku yang diharapkan dan dianggap baik oleh masyarakat, mengenal dirinya, serta mengembangkan segala kemampuan dengan lingkungan sosialnya.

2. FUNGSI SOSIALISASI

Secara umum, ada 4 (empat) fungsi pokok sosialisasi, yaitu:
1) Memberikan keterampilan yang dibutuhkan seseorang dalam kehidupannya di tengah-tengah masyarakat.
2) Menanamkan nilai-nilai dan kepercayaan pokok yang ada pada masyarakat.
3) Mengembangkan kemampuan seseorang untuk berbicara atau berkomunikasi dengan baik.
4) Mengembangkan kemampuan seseorang mengendalikan dirinya sesuai dengan fungsinya sebagai bagian dari masyarakat. Melalui proses ini ia akan mampu menilai sendiri sikap dan perilaku yang telah dilakukan, apakah itu benar atau salah.

RANGKUMAN

1) Secara umum, sosialisasi dapat dimaknai sebagai proses belajar individu untuk mengenal dan menghayati norma-norma serta nilai-nilai sosial sehingga terjadi pembentukan sikap untuk berperilaku sesuai dengan tuntutan atau perilaku masyarakatnya.
2) Sosialisasi memberikan keterampilan yang dibutuhkan seseorang dalam kehidupannya di tengah-tengah masyarakat.

Hakikat dan Fungsi Sosialisasi | lookadmin | 4.5