Grafik Titrasi Asam Basa

Grafik Titrasi Asam Basa – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang titrasi asam basa. Pada topik tersebut, kalian telah mengetahui bahwa salah satu cara menentukan titik ekuivalen adalah dengan menggunakan pH meter. Kemudian, membuat plot antara pH dengan volume titran untuk memperoleh kurva titrasi asam basa. Nah, pada topik ini, kalian akan belajar tentang kurva titrasi asam basa atau grafik titrasi asam basa. Agar kalian dapat memahaminya, yuk simak dengan saksama.

        Kurva titrasi dapat dibuat dengan menghitung pH larutan asam/basa pada beberapa titik berikut.

  1. Titik awal sebelum penambahan asam/basa.
  2. Titik-titik setelah ditambah asam/basa, sehingga larutan mengandung garam yang terbentuk dari asam/basa yang berlebih.
  3. Titik ekuivalen, yaitu saat larutan hanya mengandung garam tanpa ada kelebihan asam atau basa. Titik ekuivalen merupakan titik tengah dari kurva titrasi.
  4. Daerah yang melebihi titik ekuivalen, yaitu larutan yang mengandung garam dan kelebihan asam/basa.

        Besarnya perubahan pH dapat diamati dengan melihat kurva titrasi. Bentuk kurva dari masing-masing titrasi berlainan, tergantung pada kekuatan asam dan basa yang digunakan. Berdasarkan kekuatan asam basanya, titrasi asam basa dibedakan menjadi:

a. Titrasi asam kuat dengan basa kuat

Contoh titrasi asam kuat dengan basa kuat adalah titrasi 25 ml larutan HCl 0,1 M dengan NaOH 0,1 M. Kurva titrasinya akan memperlihatkan bahwa di sekitar titik ekuivalen terlihat garis kurva naik tajam. Hal ini menunjukkan bahwa pada daerah tersebut, penambahan sedikit NaOH telah menimbulkan perubahan pH yang besar. Oleh karena itu, indikator dimasukkan pada larutan asam yang akan dititrasi bukan pada larutan basa. Reaksi antara asam kuat dan basa kuat merupakan reaksi netralisasi antara ion H+ dan ion OH membentuk molekul air (H₂O) sehingga pada titik ekuivalen dicapai pH = 7.

        Titik ekuivalen dari titrasi di atas berada pada pH 7. Dari gambar tersebut, nampak penambahan sedikit NaOH akan menaikkan pH secara signifikan.

b. Titrasi asam lemah dengan basa kuat

Reaksi antara asam lemah dan basa kuat akan menghasilkan garam yang bersifat basa. Oleh karena itu, pH titik ekuivalen pada titrasi ini akan lebih besar dari 7. Contoh titrasi asam lemah dengan basa kuat adalah titrasi 25 ml CH₃COOH 0,1 M dengan larutan NaOH 0,1. Kurva titrasi memperlihatkan bahwa setelah titik ekuivalen, pH larutan cenderung naik. Hal ini dikarenakan konsentrasi OH yang bertambah. Penentuan pH larutan akan sangat bergantung pada jumlah ion H+ atau OH yang terdapat dalam larutan.

Dari kurva di atas, kita dapat mengetahui bahwa titik ekuivalen berada pada pH 8,72 saat volume NaOH yang digunakan adalah 25 ml.

c. Titrasi basa lemah dengan asam kuat

Reaksi antara basa lemah dan asam kuat ini akan menghasilkan garam yang bersifat asam. Oleh karena itu, titik ekuivalen pada titrasi ini berada pada pH dibawah 7. Contoh titrasi antara basa lemah dengan asam kuat adalah titrasi 25 mL NH₄OH dengan HCl 0,1 M. Titrasi ini mirip dengan titrasi asam lemah dengan basa kuat, tetapi kurva yang terjadi kebalikannya, pH cenderung turun. Penurunan ini dikarenakan oleh peningkatan konsentrasi H+ dalam larutan. Penentuan pH akan sangat bergantung pada jumlah ion H+ maupun OH dalam larutan.

Apakah kalian telah paham dengan topik ini? Agar pemahaman kalian semakin bertambah, yuk kerjakan latihan soal-soal yang ada.

Grafik Titrasi Asam Basa | lookadmin | 4.5