Close Klik 2x

Gerik, Mimik, dan Intonasi dalam Drama

Advertisement

Gerik, Mimik, dan Intonasi dalam Drama – Siswa mampu untuk menggunakan gerak-gerik, mimik, dan intonasi, sesuai dengan watak tokoh dalam drama.

Tujuan

1. Siswa dapat memerankan drama dengan memperhatikan penggunaan lafal, intonasi, nada/tekanan, mimik/gerak-gerik yang tepat sesuai dengan watak tokoh .
2. Siswa dapat menanggapi peran yang ditampilkan dalam pementasan drama.

Hai, Siswa-siswi Indonesia bagaimana kabar kalian? Sehat dan semangat selalu ya! Kalian pernah main ke pertunjukan teater tidak? Atau mungkin kalian sudah pernah main teater di depan penonton yang banyak?

Dalam materi Penghayatan Watak dan Pengekspresian Dialog, kita telah mengetahui langkah-langkah apa saja yang harus kita pelajari pada saat akan bermain drama. Nah, pada kesempatan kali ini kita akan mengetahui teknik-teknik dasar bermain peran, antara lain berlatih gerak, mimik, dan intonasi dalam drama.

Berikut ini adalah teknik-teknik dasar yang akan kita terima pada saat berlatih bermain peran.

1. Olah Vokal
Dalam bermain drama atau teater, aktor/aktris harus bisa melafalkan dialog dengan tepat sesuai watak yang diperankannya. Terkadang turun atau naik nada bicara berpengaruh pada jenis emosi yang dihasilkan. Misalnya: intonasi menaik di akhir kalimat menandakan bahwa si pemain drama, sedang memerankan ekspresi marah. Sebaliknya, jika si pemain drama menurunkan intonasi kalimatnya, menandakan kalau dia sedang lemah atau sedih. Begitupun dengan pemenggalan intonasi panjang atau pendek, juga berpengaruh pada emosi yang dihasilkan.

Untuk itu, sering-seringlah latihan vokal agar pita suara kita tidak kaget pada saat menghadapi perbedaan nada dan tekanan intonasi dalam dialog. Latihan ini biasanya dilakukan dengan mengulang-ulang mengucapkan huruf vokal A, I, U, E, O dengan perubahan intonasi dan perasaan (sedih, senang, takut, dan sebagainya).

2. Olah Tubuh
Terkadang dalam bermain drama, kita mendapatkan peran tokoh yang atraktif dan lincah. Jika sudah demikian, stamina dan kebugaran fisik dituntut masksimal. Selain itu, gerak-gerik yang khusus diperlukan untuk memerankan gerakan gemulai, lentur, atau kokoh.

Maka dari itu, latihan olah tubuh ditujukan agar membiasakan otot-otot dalam tubuh kita menghadapi gerakan-gerakan mendadak. Sehingga meminimalisasi kecelakaan atau cedera otot. Selain tentunya membuat tubuh kita bugar sekaligus stamina yang vit saat tampil di panggung utama kelak.

Macam-macam gerak dalam drama adalah:

a. Busines yaitu gerak-gerik yang biasanya dilakukan spontan (refleks).

b. Gestures yaitu gerak yang dilakukan secara sadar. Gerak ini terjadi setelah ada perintah dari otak. Contoh gesture adalah menulis, mengambil gelas, atau jongkok.

c. Movement yaitu gerak perpindahan tubuh dari tempat yang satu ke tempat yang lain. Gerak ini bisa berupa berjalan, berlari, bergulung-gulung, melompat, dan sebagainya.

d. Guide yaitu cara berjalan. Cara berjalan bisa bermacam-macam sesuai peran yang dimainkan. Peran menjadi kakek akan menuntut cara berjalan berbeda dengan peran sebagai anak kecil. Peran sebagai binatang tertentu juga memerlukan guide yang khas dan unik.

Setiap gerakan yang kita lakukan harus mempunyai arti, motif, dan dasar. Hal ini harus benar-benar diperhatikan oleh aktor, apa maksud ia melakukan gerakan yang dilakukannya.

Dalam melakukan gerakan, seorang aktor dituntut untuk berimprovisasi/menciptakan gerak-gerak yang bebas, indah, dan artistik.

3. Olah Jiwa
Para pemain drama profesional melatih konsentrasinya agar ketika berperan di atas panggung bisa lancar hafalan dialog dan penghayatan karakternya. Salah satu latihan penting untuk melatih konsentrasi dan fokus pemain drama adalah olah jiwa. Selain itu, olah jiwa dapat pula mengasah insting pemain dalam mengambil keputusan mendadak di atas panggung, seperti improvisasi dan kejadian mendadak.

Latihan ini dapat dilakukan dengan cara melatih konsentrasi di tempat sepi maupun ramai. Latihan ini bisa dilakukan bersama-sama dengan cara menutup indra penglihatan, sebaliknya melatih indra lain seperti pendengaran dan penciuman. Contoh olah jiwa lainnya adalah meditasi di alam bebas di semacam tempat tenang semisal air terjun dan sebagainya.

Poin Penting

  1. Untuk menjadi aktor dan aktris profesional, calon pemain drama tidak hanya perlu bakat, tetapi juga perlu latihan yang disiplin.
  2. Pemain drama yang baik akan pandai mengolah mimik, gerak, dan intonasi dalam perannya.
  3. Mimik adalah ekspresi gerak-ge
Gerik, Mimik, dan Intonasi dalam Drama | lookadmin | 4.5