Gerak Lurus Beraturan

Gerak Lurus Beraturan – Pada topik sebelumnya, kalian telah membahas tentang definisi dan besaran dalam gerak lurus. Berdasarkan topik sebelumnya, kalian mengetahui bahwa perpindahan dan kecepatan merupakan besaran yang digunakan dalam gerak lurus. Gerak lurus dibagi menjadi dua, yaitu gerak lurus beraturan dan gerak lurus berubah beraturan. Akan tetapi, pada topik kali ini, kalian masih akan belajar tentang gerak lurus beraturan.

Gerak lurus beraturan (GLB) adalah gerak suatu benda pada lintasan yang lurus dimana pada setiap selang waktu yang sama, benda tersebut menempuh jarak yang sama atau gerak suatu benda pada lintasan yang lurus dengan kelajuan tetap.

Alat yang digunakan untuk menganalisis gerak lurus beraturan adalah ticker timer. Alat ini terdiri dari sebuah plat baja yang dapat bergetar 50 kali setiap sekonnya. Fungsi dari plat baja ini untuk membuat sebuah tanda (titik hitam) setiap kali bergetar pada kertas untuk kemudian ditarik oleh benda yang diamati. Gerak lurus beraturan memiliki beberapa ciri sebagai berikut.

1. Lintasannya lurus
2. Kecepatannya tetap (pada selang waktu yang sama, jarak yang ditempuh sama).
3. Bentuk ketikan pada ticker timer adalah sebagai berikut.

Pada gerak lurus beraturan (GLB), kelajuan dan kecepatannya hampir sulit dibedakan karena lintasannya yang lurus menyebabkan jarak dan perpindahan yang ditempuh besarnya sama. Oleh karena itu, kelajuan atau besarnya kecepatan benda yang bergerak lurus beraturan biasa dinyatakan dengan kecepatan rata-rata vrat . Hubungan antara kecepatan rata-rata vrat , perpindahan Δs  dan selang waktu Δt  dirumuskan sebagai berikut.

vrat=ΔsΔt

Kecepatan dalam gerak lurus beraturan adalah konstan, sehingga kecepatan rata-ratanya sama dengan kecepatan sesaat v . Jadi persamaan diatas dapat dituliskan sebagai berikut.

v=ΔsΔt atau Δs=vΔt 

Keterangan:
v = kecepatan (m/s);
s = perpindahan (m); dan
t = waktu (s).

Untuk kedudukan awal s0  ketika t0  maka Δs=ss0  dan Δt=tt0 

Persamaannya menjadi sebagai berikut.

Δs=vt 

ss0=vt 

s=s0+vt 

Secara grafik, hubungan antara jarak terhadap waktu pada GLB dapat digambarkan sebagai berikut.

✒ Contoh soal 1

Mobil bergerak dengan kelajuan tetap 25 km/jam. Berapakah jarak yang ditempuh mobil selama 10 s ?
Penyelesaian
Diketahui:
v  = 25 km/jam = 6,94 m/s
t  = 10 sekon
Ditanyakan: s  ?
Jawab:

s=vt 

s=6,94x10

s=69,4m

Jadi, jarak yang ditempuh adalah 69,4 m.

✒ Contoh soal 2

Sebuah mobil A dan B bergerak dengan arah berlawanan masing-masing memiliki kecepatan 10 m/s dan 5 m/s. Hitunglah dimana kedua mobil tersebut akan berpapasan jika jarak kedua mobil mula-mula 150 m.
Penyelesaian
Diketahui:
vA  = 10 m/s
jarak mobil A dan B = 150 m
vB  = 5 m/s
Ditanyakan:
tA  (saat mobil A berpapasan dengan mobil B)
sA  (jarak tempuh saat mobil A berpapasan dengan mobil B)
Jawab:

sA+sB=jarak saat mobil A berpapasan dengan mobil B 

vAt+vBt=150  m

10t+5t=150  m

15t=150 

t=15015= 10 s

sA=vAt= (10)(10) = 100 m

Jadi mobil A dan B berpapasan pada posisi 100 m dari mobil A.

Gerak Lurus Beraturan | lookadmin | 4.5