Evaluasi Struktur Isi dan Bahasa Teks Pantun

Evaluasi Struktur Isi dan Bahasa Teks Pantun – Masih ingat materi mengenai struktur isi teks pantun dan ciri bahasa teks pantun? Pada pertemuan kali ini, dilakukan pengayaan kembali mengenai kedua materi tersebut.

Evaluasi adalah proses terencana untuk mengetahui keadaan suatu objek dengan menggunakan kriteria tertentu. Kalaulah yang dievaluasi itu adalah teks pantun, kriterianya berupa struktur isi dan kaidah bahasa yang berlaku pada teks pantun secara umum. Seperti sudah kita ketahui struktur isi meliputi bagian sampiran, bagian isi, bait, dan rima. Sementara kaidah bahasa yang lekat dengan pantun diantaranya bahasa kiasan dan bahasa imaji.

Perhatikan pantun berikut

Anak Pak Darto makan ketupat
Makan ketupat sambil menari
Mau kirim surat cinta aku tak sempat
Jadinya sakitnya tuh di sini

Menurut kalian, apakah teks pantun di atas sudah sesuai dengan kriteria? Mari kita cari tahu jawabannya.
Dalam pantun itu, bagian sampiran (Anak Pak Darto makan ketupat/Makan ketupat sambil menari) hanya berfungsi sebagai penyedia rima dan irama untuk bagian isi saja (Mau kirim kado lebaran jadi tak sempat/Kirim sms pun tidak apa-apa).

Sebaliknya, pembaca jadi sulit memahami bagian isi karena pilihan katanya terlalu liar, sehingga maksud yang hendak dikomunikasikan tidak tersampaikan dengan baik. Dengan kata lain, untuk bentuk-bentuk teks pantun seperti ini, sampiran kurang baik karena hanya sebagai pelengkap dan tidak lagi merupakan pembayang isi yang mencerminkan makna pesan si pelantunnya.
Di gudang tak ada kaca
Yang ada hanyalah palu
Rajinlah kalian membaca
niscaya ilmu datang selalu

Pantun kedua tersebut terdiri atas sampiran dan isi. Pantun tersebut juga memiliki rima yang sesuai dengan kaidah pantun. Bagian isi terdiri dari kata-kata yang mudah dipahami dan memiliki arti umum. Berdasarkan pesan yang dikandung, pantun tersebut memiliki pesan yang bermanfaat yaitu mengajak untuk rajin membaca. Namun, sampiran masih tidak mengandung makna pembayang isi.

Hujan turun langitpun kelam
Tak ada pohon untuk berteduh
Hati sakit bertambah dendam
kecewa yang lalu belumlah sembuh

Pantun tersebut memiliki sampiran yang baik karena menjadi pembayang makna isinya yaitu sesuatu yang bertambah buruk keadaannya. Pantun yang ketiga ini pun memenuhi struktur dan kaidah pantun dengan baik.

Poin Penting

• Hubungan antara sampiran dan isi dalam sebuah pantun, tidak hanya terletak pada
kesamaan rima: a-b-a-b, akan tetapi juga terletak pada kandungan maknanya.
• Evaluasi pantun bertujuan untuk memberi penilaian pada pantun. Penilaian berdasarkan struktur, kaidah pantun, dan pesan isi dari pantun.

Evaluasi Struktur Isi dan Bahasa Teks Pantun | lookadmin | 4.5