Close Klik 2x

Etika-Etika yang Berlaku pada Saat Wawancara

Advertisement

Etika-Etika yang Berlaku pada Saat Wawancara – Siswa mampu memahami etika-etika yang berlaku pada saat wawancara.

Pernahkah kamu melihat seseorang yang melakukan wawancara? Para pewawancara mengenakan baju yang rapi dan bersikap yang santun saat mengajukan pertanyaan kepada narasumbernya. Untuk melakukan wawancara, ada etika tersendiri yang harus dipenuhi oleh seorang pewancara. Etika tersebut penting untuk diikuti oleh seorang pewawancara karena dengan menjalankannya dengan baik, bisa jadi narasumber justru lebih terbuka untuk mengungkapkan informasinya. Beberapa etika yang harus dilakukan oleh seorang pewawancaraadalah sebagi berikut.

  1. Jika pewawancara beasal dari sebuah institusi perusahaan, seorang pewawancara harus mengenalkan nama diri berikut nama perusahaan atau institusi yang menugaskannya. Hal ini penting agar narasumber percaya bahwa ia diwawancarai oleh institusi yang terpercaya.
    Contoh:
    Pewawancara : Selamat pagi, Pak. Nama saya Zahwa Rahmadani. Saya dari Majalah Perjuangan.
  2. Mengenakan pakaian yang rapi, bersih, dan sopan.
  3. Jagalah posisi duduk yang baik agar telihat lebih sopan sehingga tampak sangat menghormati narasumber.
  4. Menyembutkan tujuan mewawancarai.
    Contoh:
    Pewawancara : Selamat pagi Pak, Nama saya Zahwa Rahmadani. Saya dari Majalah Perjuangan. Saya ingin mewawancarai Bapak untuk mengetahui tanggapan Bapak terhadap kenakalan remaja saat ini.
  5. Jangan biarkan narasumber menunggu pada saat kita sudah berjanji untuk mewawancarainya. Jika narasumber sudah lebih dahulu datang, mintalah maaf kepada narasumber. Dalam hal ini, narasumber adalah sumber informasi. Kedatangannya justru sangat ditunggu. Jadi jangan biarkan mereka lebih dahulu datang.
  6. Hormati keinginan narasumber. Pada saat narasumber meminta agar ada bagian wawancara untuk tidak ditayangkan atau dimuat dalam surat kabar, pewawancara harus memenuhi keinginan tersebut. Ada berbagai alasan pendapatnya tidak ingin dimuat, misalnya menimbulkan kontroversi atau belum ada bukti yang kuat.
  7. Ada pula narasumber yang tidak ingin identitasnya disebutkan. Jika permintaan itu diajukan oleh narasumber, pewawancara sebaiknya memenuhi keinginannya. Hal itu disebabkan bisa jadi informasi yang disampaikannya akan membahayakan dirinya atau orang lain, bahkan mungkin mempermalukannya.
  8. Pada saat memulai wawancara, sampaikan terlebih dahulu topik-topik yang ringan. Hal ini dimaksudkan agar suasana keakraban antara narasumber dan pewawancara menjadi erat. Jika suasana nyaman sudah terbentuk, akan lebih mudah bagi narasumber untuk mengungkapkan informasinya.
  9. Jika pewawancara ingin menggali informasi sebaik-baiknya, sesuaikanlah karakter pewawancara dengan karakter narasumber. Hal ini bertujuan untuk memunculkan suasana keakraban sehingga lebih mudah menggali informasi.

Selain etika dalam berperilaku, seorang pewawancara juga memiliki etika dalam berkomunikasi dengan narasumber. Etika berkomunikasi yang perlu dilakukan oleh seorang pewawancara adalah sebagai berikut.

  1. Pada saat berwawancara, perhatikan kata sapaan yang tepat kepada narasumber. Untuk menggunakan kata sapaan yang tepat, pewawancara harus mengetahui dengan tepat siapa orang diajak bicara. Artinya, pewawancara harus mengetahui dengan tepat usia, jabatan, pendidikan, dan hubungan kedekatan dengan narasumber. Dengan mengetahui siapa orang yang diajak bicara, pewawancara tidak akan salah menggunakan kata sapaan kepada narasumber.
    Contoh:
    Pewawancara : Siapa yang menjadi idola Adik untuk bidang fisika? (narasumber lebih muda dari pewawancara)
    Pewawancara : Bagaimana tanggapan Bapak/Ibu terhadap fenomena kenakalan remaja saat ini? (narasumber lebih tua dari pewawancara)
    Pewawancara : Bagaimana menurut Anda kondisi perekonomian saat ini? (narasumber berusia sama atau tidak jauh dari pewawancara)
  2. Pada saat mewawancarai, gunakanlah bahasa yang efektif dan mudah dipahami. Artinya, pewawancara harus menyesuaikan bahasa dengan narasumber. Dalam hal ini, pewawancara harus mengetahui dengan tepat latar belakang narasumbernya, baik dari segi pendidikan, pengetahuan, maupun tingkat kalangan masyarakat. Misalnya, ketika pewawancara mewawancarai para pedagang di pasar tentu akan berbeda bahasanya dengan mewawancarai seorang akademisi.
    Contoh:
    Pewawancara : Menurut Bapak, bagaimana pengaruh peningkatan harga BBM terhadap harga-harga bahan makanan pokok?
    Narasumber (pedagang di pasar): Wah harga naik semua Mas, saya susah jualnya.
    Narasumber (ekonom) : Pengaruhnya tentu saja sangat signifikan karena kenaikan BBM memengaruhi semua lini sehingga berpengaruh pada bahan makanan pokok.
  3. Pada saat mewawancarai narasumber, pewawancara tidak diperbolehkan memotong pembicaraan narasumber. Selain tidak sopan, hal itu justru menutup informasi yang seharusnya kita dapatkan secara mendetail.
  4. Pewawancara juga tidak diperbolehkan mendebat narasumber. Seorang pewawancara bertugas menggali informasi, bukan mengajukan pendapat pribadi. Jadi, jika tidak setuju dengan pendapat narasumber, ajukanlah dengan cara bertanya, bukan mendebat.
  5. Ajukan pertanyaan yang bersifat khusus, langsung pada permasalahan. Jangan mengajukan pertanyaan yang bersifat umum karena informasi yang dibutuhkan tidak akan tergali.
    Contoh:
    Pewawancara : Menurut Bapak, hukuman apa yang tepat untuk siswa yang terlibat tawuran?
    Narasumber : Saya akan langsung mengeluarkan siswa yang terlibat tawuran
  6. Seorang pewawancara harus mendengarkan jawaban dan uraian narasumber dengan baik. Hal itu untuk menghindari pengulangan jawaban dari narasumber.
  7. Hindari mengajukan dua pertanyaan sekaligus karena biasanya narasumber akan menjawab pertanyaan terakhir yang didengarnya. Selain itu,mengajukan dua pertanyaan sekaligus jugtru membuat narasumber menjadi kurang fokus pada pertanyaan yang diajukan.
  8. Hindari pertanyaan yang memojokkan narasumber agar informasi dapat lebih mudah tergali.
  9. Hindari mengajukan pertanyaan yang sama dengan kalimat yang berbeda.
  10. Gunakan pilihan kata yang tepat dan sopan pada saat mengajukan pertanyaan.
  11. Berikan kesempatan kepada narasumber untuk menjelaskan hal-hal yang belum dijelaskan oleh narasumber.

Poin Penting

  1. Mewawancarai seseorang harus sesuai dengan etika. Etika wawancara perlu dilakukan oleh pewawancara agar informasi dapat lebih mudah tergali dan sebagai bentuk penghormatan terhadap narasumber yang akan atau telah kita mintai keterangannya.
  2. Etika wawancara mencakup etika dalam berperilaku dan etika dalam berkomunikasi.
Etika-Etika yang Berlaku pada Saat Wawancara | lookadmin | 4.5