Close Klik 2x

Energi Kinetik dan Energi Potensial

Advertisement

Energi Kinetik dan Energi Potensial – Pada topik sebelumnya kalian telah belajar perubahan energi. Pada topik kali ini, kalian akan mempelajari tentang energi kinetik dan energi potensial. Energi kinetik dan energi potensial merupakan bentuk energi yang sangat diperlukan di alam ini. Untuk itu, pelajarilah dengan saksama.

Dalam kehidupan sehari-hari, kalian sering berhubungan dengan energi kinetik dan energi potensial. Pernahkah kalian melihat benda bergerak? Atau melihat benda jatuh dari ketinggian? Dari kedua contoh tersebut, mana yang tergolong energi kinetik dan mana pula yang tergolong dalam energi potensial? Untuk itu, mari simak ulasan berikut.

A. Energi Kinetik

Energi kinetik adalah energi yang dimiliki benda ketika bergerak atau energi yang disebabkan oleh kecepatan benda. Contohnya saat seseorang mengendarai sepeda. Sepeda dapat bergerak karena memiliki energi kinetik. Energi kinetik tersebut diperoleh dari kecepatan gerakan benda.

Jika sebuah benda bergerak dengan kecepatan v, maka benda tersebut akan memiliki energi kinetik sebesar Ek. Energi ini dapat ditransfer ke dalam bentuk lain, misalnya menjadi panas, energi potensial, energi bunyi, dan sebagainya,
Besarnya energi kinetik suatu benda bergantung pada kecepatan benda itu. Semakin besar kecepatan, semakin besar pula energi kinetik yang dimilikinya. Secara matematis, energi kinetik dirumuskan sebagai berikut.

Ek=12mv2

Keterangan:
Ek = energi kinetik (J);
m = massa benda (kg); dan
v = kecepatan benda (m/s).

Contoh Soal

Sebuah benda bermassa 5 kg dan bergerak dengan kecepatan 5 m/s. Berapakah energi kinetik yang dimiliki oleh benda tersebut ?
Penyelesaian
Diketahui:
m = 5 kg
v = 5 m/s
Ditanyakan: Ek ?
Jawab:

Ek=12mv2

Ek=12×5×52

Ek=62,5 J

Jadi, energi kinetiknya adalah 62,5 J.

B. Energi Potensial

Pernahkah kalian melihat sebuah benda jatuh? Mengapa benda tersebut bisa jatuh? Lalu cobalah bandingkan antara dua benda yang jatuh dari ketinggian yang berbeda? Benda yang jatuh dari ketinggian mana yang berbunyi lebih keras? Ya, benda yang jatuh dari ketinggian yang lebih tinggi akan menghasilkan bunyi yang keras. Hal ini menunjukkan bahwa energi yang dimiliki oleh benda yang posisinya lebih tinggi akan bernilai lebih besar. Energi yang dimiliki oleh benda karena ketinggiannya disebut energi potensial.

Energi potensial benda akan berubah menjadi energi kinetik ketika jatuh. Jadi, energi kinetik yang dimiliki oleh benda yang jatuh berasal dari energi potensialnya. Semakin ke bawah, energi potensial benda akan semakin kecil, sedangkan energi kinetiknya akan semakin besar. Selama benda bergerak, akan berlaku hukum kekekalan energi mekanik. Pada hukum kekekalan energi mekanik, energi potensial dapat berubah menjadi energi kinetik dan sebaliknya. Hukum kekekalan energi akan kalian pelajari pada topik selanjutnya. Secara matematis, energi potensial pada benda dirumuskan sebagai berikut.

Ep=mgh 

Keterangan:
Ep = energi potensial (J);
m = massa benda (kg); dan
g = percepatan gravitasi (m/s2).

Contoh Soal

Suatu benda berada pada ketinggian 4 m. Jika massa benda tersebut 15 kg, berapakah energi potensial benda tersebut ?
Penyelesaian
Diketahui:
h = 4 m
m = 15 kg
g = 10 m/s2
Ditanyakan: Ep ?
Jawab:

Ep=mgh=15×10×4=  600 J

Jadi, energi potensial benda tersebut adalah 600 J.

Energi Kinetik dan Energi Potensial | lookadmin | 4.5