Close Klik 2x

Diksi Puisi

Advertisement

Diksi Puisi – Diksi puisi adalah pilihan kata. Penggunaan kata-kata bahasa sehari-hari dapat memberikan efek gaya yang realistis, sedang penggunaan bahasa/kata-kata nan indah dapat memberi efek romantis (Pradopo, 2012: 52).

Kata yang dipilih oleh penyair adalah kata yang dapat mewakili keadaan penyair. Keadaan tersebut apa yang dirasakan dan dipikirkan kemudian diekspresikan memalui kata. Tidak hanya itu, penyair memilih kata agar keestetisan/keindahan puisi tercipta.

Menurut Altenbernd via Pradopo (2012: 54), penyair ingin mengekspresikan pengalaman jiwanya secara padat dan intens. Untuk hal ini ia memilih kata yang setepat-tepatnya yang dapat menjilmakan juwanya. Untuk mendapatkan kapadatan dan intensitas serta supaya selaras dengan sarana komunikasi puitis yang lain, maka penyair memilih kata kata dengan secermat-cermatnya.

Untuk ketepatan pemilihan kata agar memenuhi kepadatan makna dan berfungsi estetis, seringkali penyair menggatikan kata. Pradopo (2012:57-58) puisi Chairil Anwar diubah susunannya, ditambah kata-katanya, dan diganti kata-katanya. Perubahan ini dibuah untuk memenuhi kepadatan makna, rasa, fungsi estetis.

Contoh:

Denotasi dan konotasi bagian dari Diksi. Sebauh kata itu mempunyai dua aspek arti, yaitu denotasi dan konotasi. Denotasi sebuah kata adalah definisi kamusnya, yaitu pengertian yang menunjuk benda tau hal yang diberi nama dengan kata itu disebutkan, atau diceritakan (Altenbernd via Pradopo, 2012:58). Sedangkan konotasi adalah makna yang tidak sebenarnya, makna yang timbul karena ada hubungan dengan makna denotasi.

Diksi Puisi | lookadmin | 4.5