Close Klik 2x

Difusi, Osmosis, dan Transpirasi Pada Tumbuhan

Advertisement

Difusi, Osmosis, dan Transpirasi Pada Tumbuhan – Pada topik sebelumnya, kita telah mengenal struktur dan fungsi jaringan tumbuhan. Salah satu yang harus dipelajari selanjutnya yaitu tentang difusi, osmosis, dan transpirasi pada tumbuhan. Apakah pengertian difusi? Apakah pengertian osmosis? Bagaimanakah transpirasi pada tumbuhan itu terjadi? Berikut kita pelajari bersama.

A. DIFUSI

Difusi merupakan perpindahan zat (padat, cair, dan gas) dari larutan yang berkonsentrasi tinggi (hipertonis) ke larutan berkonsentrasi rendah (hipotonis), baik melalui selaput pemisah maupun tidak melalui selaput pemisah sampai mencapai keseimbangan dinamis. Selain perbedaan konsentrasi, perbedaan dalam sifat juga dapat menyebabkan difusi.

Pada tumbuhan juga terdapat proses difusi, yaitu pada saat CO₂ dan O₂ diambil oleh tumbuhan. Hal ini dikarenakan konsentrasi kedua gas tersebut lebih tinggi dibandingkan di dalam tumbuhan. Jika konsentrasi O₂ dalam tumbuhan lebih tinggi dibanding di udara maka O₂ berdifusi dari tubuh tumbuhan ke udara. Di dalam proses ini, gas CO₂ dari atmosfer masuk ke dalam rongga antarsel pada mesofil daun, yang selanjutnya digunakan untuk fotosintesis.

Oleh karena pada siang hari CO₂ yang masuk ke daun selalu digunakan untuk fotosintesis, maka kadar CO₂ di dalam rongga antarsel daun akan selalu lebih rendah dari atmosfer. Akibatnya pada siang hari akan terjadi aliran difusi gas CO₂ dari atmosfer ke daun. Bersamaan dengan itu, terjadi pula difusi O₂ dari rongga antarsel daun menuju ke atmosfer.

Faktor yang mempengaruhi kecepatan difusi

1. Ukuran partikel
Semakin kecil ukuran partikel, semakin cepat partikel itu akan bergerak sehingga kecepatan difusi akan semakin tinggi.
2. Luas suatu area
Semakin luas area, semakin cepat kecepatan difusi.
3. Ketebalan membran
Jika membran semakin tebal maka difusi akan semakin lambat.
4. Suhu
Semakin tinggi suhu, partikel mendapatkan energi untuk bergerak dengan lebih cepat. Akibatnya semakin cepat pula kecepatan difusinya.
5. Jarak
Semakin besar jarak antara dua konsentrasi, semakin lambat kecepatan difusinya.

B. OSMOSIS

Osmosis adalah perpindahan molekul air dari larutan berkonsentrasi rendah atau bertekanan osmosis rendah (hipotonis) kelarutan berkonsentrasi tinggi atau bertekanan osmosis tinggi (hipertonis) melewati selaput semi permeabel. Membran semi permeabel harus dapat ditembus oleh pelarut, tetapi tidak oleh zat terlarut yang menyebabkan gradien sepanjang membran.

Osmosis adalah suatu topik yang penting dalam biologi karena fenomena ini dapat menjelaskan mengapa air dapat ditransportasikan ke dalam dan luar sel. Penyerapan air dan mineral dalam tanah oleh akar tanaman merupakan salah satu contoh osmosis dalam kehidupan sehari-hari. Akar pada tumbuhan mempunyai fungsi penyerapan dan penyimpanan. Tumbuhan memperoleh cadangan makanannya untuk tumbuh dan berkembang dari akarnya. Akar menyerap air dari lingkungan sekitar secara osmosis. Selain itu, akar juga menyerap air dari lingkungan sekitar bersamaan dengan penyerapan air.

Air masuk ke dalam akar melalui rambut-rambut akar. Selanjutnya rambut akar akan memperluas permukaan akar dan meningkatkan jumlah air yang diserap atau diambil oleh tumbuhan. Air yang ada di tanah masuk ke dalam akar karena adanya perbedaan konsentrasi air. Caranya dengan melewati epidermis – korteks – endodermis – perisikel xylem.

Ketika tekanan dalam sel akar lebih rendah dari tekanan di luar, tumbuhan memasukkan air dari luar. Jadi sel-sel akar mengambil air dari luar tidak terus menerus melainkan hanya pada saat sel-sel tersebut memerlukannya. Agar hal ini terjadi, tumbuhan harus mengambil air ketika tekanan di dalam mengalami penurunan. Begitu juga sebaliknya jika tekanan di dalam lebih tinggi maka tumbuhan mengeluarkan air dari dalam dirinya melalui daunnya bukan melalui akar dengan cara penguapan untuk menjadikan tekanan seimbang kembali.

C. TRANSPIRASI PADA TUMBUHAN

Dalam aktivitas hidupnya, sebagian besar air dikeluarkan oleh tumbuhan dalam bentuk uap air ke atmosfer. Pengeluaran oleh tumbuhan dalam bentuk uap air disebut dengan transpirasi. Selain mengeluarkan air dalam bentuk uap, tumbuhan juga mengeluarkan air dalam bentuk tetesan air. Proses ini disebut dengan gutasi dengan melalui alat yang disebut hidatoda yaitu suatu lubang yang terdapat di ujung urat daun yang sering kita jumpai pada spesies tumbuhan tertentu.

Transpirasi dilakukan oleh tumbuhan melalui stomata, kutikula, dan lentisel. Transpirasi pada tumbuhan ini sangat penting karena berperan dalam membantu meningkatkan laju angkutan air dan garam mineral, mengatur suhu tubuh dengan cara melepaskan kelebihan panas dari tubuh, dan mengatur turgor optimum di dalam sel. Organ tumbuhan yang paling utama dalam melakukan transpirasi adalah daun karena pada daun terdapat stomata paling banyak.

Faktor yang mempengaruhi transpirasi

1. Radiasi cahaya
Mempengaruhi membukanya stomata sehingga dengan terbukanya stomata pada siang hari, transpirasi akan berjalan lancar.

2. Kelembapan
Kelembapan menunjukkan banyak sedikitnya uap air di udara, yang biasanya dinyatakan dengan kelembapan relatif.

3. Suhu
Kenaikan suhu udara akan mempengaruhi kelembapan relatifnya. Jika suhu meningkat maka kelembapan relatifnya akan semakin rendah. Akibatnya perbedaan tekanan uap air dalam rongga daun dengan di udara semakin besar dan laju transpirasi meningkat.

4. Angin
Jika angin bertiup kencang maka keluarnya uap air melebihi kemampuan daun sehingga daun dapat kekurangan air, turgor sel akan menurun, dan akhirnya stomata tertutup.

Difusi, Osmosis, dan Transpirasi Pada Tumbuhan | lookadmin | 4.5