Diagram Tingkat Energi Reaksi Eksoterm dan Endoterm

Diagram Tingkat Energi Reaksi Eksoterm dan Endoterm – Termokimia adalah cabang ilmu kimia yang mempelajari tentang perubahan kalor atau panas yang terjadi pada suatu reaksi kimia. Perubahan itu berupa pelepasan dan penyerapan kalor. Kali ini, kita akan mempelajari jenis perubahan kalor yang terjadi pada suatu reaksi kimia.

REAKSI EKSOTERM DAN ENDOTERM
Pernahkah kalian melihat kapur tohor yang disiram dengan air? Apa yang terjadi?
Jika kalian melihat secara langsung kapur tohor yang disiram dengan air, kalian akan dapat mengamati terbentuknya asap (gas) serta merasakan suhu di sekeliling kapur akan bertambah panas. Inilah yang dinamakan reaksi eksoterm, yaitu reaksi yang disertai pelepasan kalor dari sistem ke lingkungan.


Berkebalikan dengan reaksi eksoterm adalah reaksi endoterm, yaitu reaksi yang disertai penyerapan kalor dari sistem ke lingkungan. Reaksi ini dapat diamati saat kita melarutkan asam sitrat atau sitrun, yaitu bahan yang dipakai untuk memberikan rasa masam dalam pembuatan sirup dan manisan. Ketika asam sitrat dilarutkan dalam segelas air, kita akan merasakan bahwa suhu gelas berubah menjadi lebih dingin.


Dalam persamaan reaksi termokimia, jenis perubahan energi yang terjadi dapat kita lihat dari perubahan entalpinya (∆H). Reaksi eksoterm memiliki ∆H berharga negatif, sedangkan reaksi endoterm memiliki ∆H berharga positif.
Contoh:
Eksoterm: 2H2(g) + O2(g) → 2H2O(g) ∆H = -483,6 kJ
Endoterm: N2(g) + O2(g) → 2NO(g) ∆H = +180,5 kJ

DIAGRAM TINGKAT ENERGI
Salah satu cara untuk menunjukkan perubahan kalor/ entalpi yang terjadi dalam suatu reaksi kimia adalah dengan menggunakan diagram tingkat energi.
Dalam diagram tingkat energi, dituliskan reaktan dan besarnya entalpi yang dimiliki di awal reaksi serta produk dan besarnya entalpi di akhir reaksi. Selisih entalpi ini menunjukkan banyaknya perubahan entalpi yang terjadi.

Diagram tingkat energi reaksi eksoterm

Pada diagram tingkat energi reaksi eksoterm, entalpi produk lebih rendah daripada entalpi reaktan karena sistem melepaskan kalor ke lingkungan.
Contoh:

Diagram tingkat energi reaksi endoterm

Pada diagram tingkat energi reaksi endoterm, entalpi produk lebih tinggi daripada entalpi reaktan karena sistem menyerap kalor dari lingkungan.
Contoh:

Agar kamu lebih paham, ayo kita kerjakan soal-soal berikut.

Itulah artikel Diagram Tingkat Energi Reaksi Eksoterm dan Endoterm. Semoga bisa bermanfaat bagi Anda, baca juga artikel terkait lainnya.

Diagram Tingkat Energi Reaksi Eksoterm dan Endoterm | lookadmin | 4.5