Derajat Keasaman (pH)

Derajat Keasaman (pH) – Pada topik sebelumnya, kalian telah mempelajari tentang indikator asam-basa. Pada topik ini kalian akan mempelajari Derajat Keasaman (pH). Sebelumnya, kalian telah mengenal bahwa materi dapat dikelompokkan menjadi tiga berdasarkan sifatnya yakni asam, basa, dan garam melalui uji dengan indikator asam-basa. Tingkat keasaman maupun kebasaan suatu zat juga bisa ditentukan. Apakah definisi derajat keasaman (pH)? Bagaimana cara menghitung derajat keasaman tersebut? Semua pertanyaan akan menemukan jawabannya disini. Mari kita pelajari bersama!

Pernahkah kalian menderita demam? Demam ditandai dengan meningkatnya suhu tubuh. Suhu tubuh akan terasa lebih panas daripada biasanya. Biasanya alat yang digunakan untuk mengukur suhu adalah termometer.

Bila demam, termometer akan menunjukkan suhu di atas 38 ⁰C. Sama halnya dengan suhu, asam dan basa juga dapat diukur. Berapakah nilai yang termasuk asam dan basa? Penasaran dengan jawabannya? Ayo simak ulasan berikut ini.

Jeruk dan cuka merupakan contoh asam. Manakah yang lebih asam? Zat yang termasuk asam atau basa akan memiliki tingkat keasaman atau kebasaan yang berbeda. Tingkat keasaman atau kebasaan suatu zat disebut derajat keasaman yang dilambangkan dengan pH. pH terdiri huruf p, singkatan dari “potenz” yang berarti eksponen dan H berarti “hidrogen”. Nilai derajat keasaman berkisar 0 sampai 14.

Nilai pH dari suatu zat menentukan sifat zat tersebut. Makin kecil nilai pH, derajat keasamannya akan semakin kuat. Hal ini dikarenakan semakin banyak jumlah ion hidrogen (H+) yang dilepaskan dalam air. Jumlah ion H+ di dalam air digunakan untuk menentukan derajat keasaman atau kebasaan suatu zat. Sebaliknya semakin besar nilai pH, derajat kebasaan akan semakin kuat. Hal itu dikarenakan jumlah ion hidrogen (H+) yang dilepaskan dalam air semakin sedikit daripada jumlah ion hidroksida (OH).

pH yang kurang dari 7 (pH < 7) bersifat asam, sedangkan pH yang besar dari 7 (pH > 7) bersifat basa. Jika zat memiliki pH = 7, maka zat tersebut bersifat netral. pH dapat diukur dengan menggunakan pH meter dan indikator universal. Diagram berikut ini menunjukkan skala asam, basa, dan netral.

Berdasarkan jumlah ion H+ yang terurai di dalam air, asam terbagi menjadi dua yakni asam kuat dan asam lemah. Asam kuat mengurai ion H+ secara sempurna. Contoh asam kuat yaitu asam sulfat (H₂SO₄), asam nitrat (HNO₃), dan asam klorida (HCl). Sementara asam lemah hanya melepas sebagian ion c, contohnya asam asetat (CH₃COOH), asam formiat (HCOOH), dan asam askorbat (C₆H₈O₆).

Sama halnya dengan asam, basa juga terbagi menjadi dua yakni basa kuat dan basa lemah. Basa kuat menguraikan ion OH secara sempurna. Contoh basa kuat adalah natrium hidroksida (NaOH), kalium hidroksida (KOH), dan magnesium hidroksida (MgOH). Lalu, basa lemah hanya melepas sebagian ion OH-, contohnya amonium hidroksida (NH₄OH).

Garam terbentuk dari reaksi asam dengan basa. Ion H+ yang dilepaskan asam dan ion OHyang berasal dari basa akan bergabung menjadi air berdasarkan reaksi berikut ini.

H+ (aq) + OH (aq) → H₂O (l)

Air bersifat netral. Oleh karena itulah, reaksi asam-basa disebut juga reaksi penetralan. Akan tetapi tidak semua garam bersifat netral. Ion negatif dari asam dan ion positif dari basa bergabung membentuk garam. Kekuatan asam dan kekuatan basa dapat mempengaruhi sifat garam. Berikut ini merupakan reaksi umum pembentukan garam .

Asam + Basa → Garam + Air

Misalkan reaksi antara asam klorida dan natrium hidroksida.

HHCl (aq) + NaOH (aq) → NaCl (aq) +H₂O (l)

Garam yang dihasilkan adalah natrium klorida dengan sifat netral. Kenapa reaksi tersebut menghasilkan garam yang netral?

Berikut ini, kemungkinan yang terjadi akibat reaksi asam dan basa.
1. Reaksi antara asam kuat dan basa kuat membentuk garam yang bersifat netral
2. Reaksi antara asam kuat dan basa lemah membentuk garam yang bersifat asam
3. Reaksi antara asam lemah dan basa kuat membentuk garam yang bersifat basa
4. Reaksi antara asam lemah dan basa lemah membentuk garam yang sifatnya harus ditentukan melalui uji lainnya.

Derajat Keasaman (pH) | lookadmin | 4.5