Demokrasi dan Nasionalisme

Demokrasi dan Nasionalisme – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian akan mengetahui definisi dasar dari demokrasi dan nasionalisme, serta bentuk gerakan berdasarkan paham ini.

DEMOKRASI DAN NASIONALISME

Bagaimana perkembangan demokrasi dan nasionalisme di dunia? Bagaimanakah pengaruh perkembangan paham tersebut bagi Indonesia? Berikut penjelasannya.

Demokrasi dan nasionalisme adalah bagian dari paham-paham baru yang muncul pasca berkembangnya imperialisme ekonomi dan nasionalisme oleh negara-negara Eropa pada negara lainnya yang terbelakang, terutama di Benua Asia dan Afrika. Paham demokrasi dan nasionalisme berkembang bersama dengan paham lainnya seperti Sosialisme dan Pan-Islamisme.

Berbeda dengan dua paham lainnya yang memerlukan daerah spesifik untuk perkembangannya, paham demokrasi dan nasionalisme relatif mudah diterima oleh negara-negara lain. Berikut adalah penjelasan terkait demokrasi dan nasionalisme serta perkembangannya di Indonesia.

DEMOKRASI

Berasal dari bahasa Yunani, demos yang artinya ‘rakyat’ dan kratos yang bermakna ‘pemerintahan’. Paham demokrasi mensyaratkan suatu perlakuan adil dalam negara dengan pemerintahan yang berpihak kepada kesejahteraan rakyat. Paham ini mengakui adanya persamaan hak dari setiap warga negara dalam pemerintahan, baik untuk berpolitik, memperoleh pendidikan, dan lainnya.

Demokrasi pertama kali berkembang di Yunani, dengan polis Athena tercatat sebagai daerah dengan pelaksanaan demokrasi rakyat secara langsung, dimana pemberian suara untuk pemilihan anggota perwakilannya dilakukan secara langsung.

Paham demokrasi mencapai perkembangan secara luas ketika Inggris memberlakukan demokrasi parlementer sebagai asas negaranya. Dengan demokrasi model ini, mereka membatasi kekuasaan Raja dan keluarganya melalui pemberlakuan hukum yang disusun oleh Dewan Parlemen sebagai perwakilan rakyat. Keadaan ini didokumentasikan oleh John Locke dalam bukunya berjudul Two Treaties on Government. Berikut adalah beberapa syarat untuk terciptanya demokrasi yang baik, yakni:
1. Adanya UUD,
2. Adanya Pemilihan Langsung dengan partisipasi dari rakyat, dan
3. Kemerdekaan bagi warga negara untuk melaksanakan hak asasinya (berkumpul, berbicara, mengeluarkan pendapat, dan beragama).

Di Indonesia, semangat demokrasi telah diakomodir dalam UUD 1945 sebagai dasar negara Indonesia. Pasal 28 UUD 1945 secara jelas mengatur kemerdekaan warga negara untuk berserikat, berkumpul, maupun mengeluarkan pikiran secara lisan dan tulisan. Demokrasi yang diterapkan di Indonesia adalah Demokrasi Pancasila dengan mengutamakan musyawarah dan mufakat dalam pelaksanaannya. Demokrasi yang pernah berlaku di Indonesia, antara lain:
1. Demokrasi Liberal (17 Agustus 1950-5 Juli 1959)
Sering juga disebut dengan ‘demokrasi parlementer’, digunakan pada masa-masa awal kemerdekaan Indonesia. Demokrasi liberal memungkinkan terbentuknya banyak partai untuk mengisi kekuasaan di parlemen. Pada masa ini, parlemen adalah pemegang kekuasaan tertinggi.
2. Demokrasi Terpimpin (5 Juli 1959-11 Maret 1966)
Demokrasi terpimpin muncul sebagai hasil dari diberlakukannya Dekrit Presiden 5 Juli 1959. Dalam bentuk demokrasi ini, pemerintahan bersifat presidensial dengan kekuasaan tertinggi di tangan Presiden terpilih.
3. Demokrasi Pancasila (11 Maret 1966-sekarang)
Ialah demokrasi dengan landasan Pancasila dan UUD 1945. Pemerintah berkewajiban untuk bertanggung jawab kepada rakyat melalui wakil-wakil yang dipilih secara langsung dalam Pemilihan Umum. Lembaga-lembaga negara memiliki tugas dan wewenangnya masing-masing, yakni di bidang legislatif, eksekutif, dan yudikatif.

NASIONALISME

Nasionalisme adalah paham yang dipercaya menjadi dasar pergerakan bagi bangsa-bangsa yang berada di bawah koloni suatu negara besar. Pada masa perkembangan nasionalisme ini, negara-negara kecil masih menjadi jajahan bagi negara-negara besar. Motif dari kolonialisme yang dilakukan sebagian besar adalah ekonomi yaitu untuk mencari daerah baru bagi pemasaran komoditi dagang atau pun menemukan daerah penghasil bahan alam yang dibutuhkan.

Nasionalisme berarti pengakuan terhadap hak yang sama dari setiap bangsa untuk menentukan nasibnya sendiri, tanpa ada tekanan dari bangsa atau negara lain. Berkembang pesatnya nasionalisme didorong oleh beberapa hal sebagai berikut:
1. Magna Charta
Sering disebut juga sebagai akar dari demokrasi modern. Piagam ini dikeluarkan di Inggris untuk membatasi hak dari monarki atau kerajaan, dan membatalkan beberapa keputusan maupun hak Raja yang bertentangan dengan kesejahteraan masyarakat.
2. Piagam Bill of Right
Mengatur tentang hak-hak dasar dari setiap warga negara.
3. Revolusi Perancis
Di masa Revolusi Perancis, rakyat Perancis bersatu untuk menggulingkan kekuasaan monarki Perancis demi keberlangsungan negara Perancis yang lebih baik.

Nasionalisme di Indonesia muncul serta berkembang di masa penjajahan dan kolonial yang dilakukan oleh Belanda juga Jepang. Beberapa bentuk nasionalisme tersebut, di antaranya:
1. Perlawanan dari kerajaan di daerah untuk mengusir penjajah yang melakukan dominasi ekonomi dan pengambilalihan wilayah di Nusantara.
2. Bersatunya pelajar-pelajar Indonesia di luar negeri membentuk organisasi pergerakan bangsa untuk melakukan diplomasi kepada pihak Belanda.
3. Pertemuan tokoh-tokoh pemuda secara sukarela untuk mempercepat peralihan kekuasaan dari Jepang ke Indonesia.

RANGKUMAN

1) Demokrasi dan nasionalisme adalah bagian dari beberapa paham baru yang berkembang di dunia.
2) Paham demokrasi dan nasionalisme tumbuh pertama kali di Eropa namun dapat diterima di kalangan lebih luas.
3) Bangsa Indonesia mendapat inspirasi dari perkembangan kedua paham ini dalam pergerakan menuju kemerdekaan hingga ketika menggulirkan roda pemerintahan pasca kemerdekaan.

Demokrasi dan Nasionalisme | lookadmin | 4.5