Definisi Trayek pH Indikator

Definisi Trayek pH Indikator – Pada topik sebelumnya, kalian telah belajar tentang konsep asam-basa dan perhitungan pH suatu larutan. Dalam topik ini, kalian akan belajar tentang trayek pH indikator. Apa itu trayek pH indikator? Bagaimana cara menggunakannya? Agar kalian mengerti, yuk simak topik ini.

✪ Definisi ✪

pH indikator merupakan senyawa yang memiliki kepekaan terhadap berubahnya suasana asam atau basa dengan cara berubah warna pada kisaran tertentu. Kisaran perubahan pH yang menyebabkan indikator berubah warna inilah yang disebut trayek pH indikator.

        Proses pengukuran pH dapat dilakukan dengan dua cara yaitu dengan menggunakanpHmeter atau pH indikator. pHmeter merupakan alat yang dapat menunjukkan nilai pH suatu senyawa dengan presisi. pH indikator merupakan senyawa yang memiliki kepekaan terhadap berubahnya suasana asam atau basa dengan cara berubah warna pada kisaran tertentu. Terdapat dua macam pH indikator, yaitu pH indikator universal dan pH indikator dengan trayek pH tertentu. pH indikator universal memiliki kemampuan perubahan warna untuk keadaaan asam dan basa mulai dari 1 hingga 14. Berbeda dengan pH indikator yang hanya memiliki trayek tertentu untuk menentukan pH suatu senyawa.

Berikut ini merupakan jenis pH indikator yang sering digunakan.

Indikator asam-basa yang paling sering digunakan adalah kertas lakmus. Ada dua macam kertas lakmus, yaitu biru dan merah. Kertas lakmus biru akan berubah warna menjadi merah ketika bertemu dengan senyawa asam dan tidak berubah warna jika bertemu senyawa basa. Sebaliknya, kertas lakmus merah akan berubah warna menjadi biru ketika bertemu dengan senyawa basa dan tidak berubah warna ketika bertemu dengan senyawa asam. Ketika kedua jenis kertas lakmus digunakan pada suatu senyawa dan tidak terjadi perubahan di keduanya, maka senyawa tersebut bersifat netral.

✪ Kertas Lakmus ✪

BiruBiruBasa

BiruMerahAsam

MerahMerahAsam

MerahBiruBasa

Kertas lakmus hanya menunjukkan hasil yang bersifat kualitatif, asam atau basa. Oleh karena itu, ketika kita ingin mengetahui nilai kisaran suatu pH, maka kita dapat menggunakan pH indikator. Untuk memahami penggunaan pH indikator, perhatikan contoh soal berikut.

 

Contoh

✽ Contoh 1 ✽

Suatu larutan menunjukkan perubahan warna menjadi jingga kemerahan ketika diberi indikator metil merah. pH larutan tersebut memiliki kisaran antara .…

Penyelesaian:

Indikator metil merah memiliki trayek pH 4,2 – 6,3 dengan perubahan warna merah – kuning. Warna larutan setelah pemberian indikator adalah jingga kemerahan. Oleh karena itu kemungkinan pHnya ada di antara trayek pH metil merah. pH warna jingga merupakan nilai tengah trayek pH indikator tersebut yaitu

pH=(4,2+6,3)2=10,52=5,25

warna jingga kemerahan menunjukkan bahwa pH larutan lebih mendekati warna asam yang menjadi batas bawah trayek pH metil merah, sehingga perkiraan atau kisaran pH larutan tersebut adalah 4,2 – 5,25.

✽ Contoh 2 ✽

Suatu larutan tidak menunjukkan adanya perubahan warna ketika diberi indikator fenolftalein (PP). Akan tetapi berubah warna menjadi biru ketika menggunakan indikator bromtimol biru. Larutan tersebut memiliki pH pada kisaran .…

Penyelesaian:

Indikator fenolftalein (PP) memiliki trayek pH 8,3 – 10,0 dengan perubahan tak berwarna – merah. Warna larutan setelah pemberian indikator PP adalah tak berwarna, sehingga kemungkinan pHnya di bawah 8,3.

Indikator bromtimol biru memiliki trayek pH 6,0 – 7,6 dengan perubahan warna kuning – biru. Warna larutan setelah pemberian indikator adalah biru, sehingga kemungkinan pHnya melebihi batas atas trayek pH metil merah yaitu 7,6.

Dari kedua hasil indikator tersebut dapat disimpulkan bahwa pH larutan berada pada kisaran7,6 – 8,3.

pH indikator juga bisa didapatkan dari bahan alam seperti daun, bunga dan batang. Bahan-bahan alam alam yang dapat digunakan sebagai pH indikator inilah yang disebut sebagai pH indikator alami. pH indikator alami ini tidak memiliki trayek pH tertentu. pH indikator alami hanya bisa membedakan antara asam dan basa dari perubahan warna saja layaknya kertas lakmus. Bahan-bahan yang sering digunakan sebagai indikator alami biasanya memiliki warna-warna yang mencolok seperti bunga sepatu (Hibiscus rosa-sinensis, L), kol ungu (Brassica oleracea, L), kayu secang (Caesalpinia sappan), dan kunyit (Curcuma domestica, Val).

Berikut ini adalah jenis perubahan warna yang diberikan oleh pH indikator alami terhadap asam dan basa.

 

Poin Penting

  1. Pengukuran pH dapat dilakukan dengan menggunakan pH meter atau pH indikator.
  2. pH indikator memiliki trayek masing-masing sesuai dengan tingkat kepekaannya terhadap perubahan pH yang ditandai dengan perubahan warna.

Apakah kalian sudah paham tentang trayek pH indikator? Agar pemahaman kalian bertambah, yuk kerjakan soal-soal latihan yang ada.

Definisi Trayek pH Indikator | lookadmin | 4.5