Definisi dan Syarat-Syarat Syair

Definisi dan Syarat-Syarat Syair – Menurut KBBI (2001: 1114), syair adalah puisi lama yang tiap-tiap bait terdiri atas empat larik baris yang berakhir dengan bunyi yang sama, sementara itu menurut Firman (2008: 97), syair awal mulanya berasal dari jazirah Arab yang artinya puisi atau sajak. Dalam kesusastraan bangsa Indonesia, syair berarti adalah puisi lama yang terdiri atas empat baris per bait, memiliki rima a-a-a-a. Semua baris merupakan isi dan biasanya tidak selesai dalam satu bait karena semuanya digunakan untuk bercerita tentang sesuatu. Sejalan dengan Firman, Isdriani, Pudji (2009:92) mengatakan, puisi lama adalah puisi yang terkait oleh beberapa aturan, yaitu jumlah baris tiap bait, jumlah suku kata tiap baris, dan rima. Bentuk-bentuk puisi lama antara lain mantra, bidal, karmina, talibun, gurindam, pantun dan syair. Syair berasal dari bahasa Arab yang berarti perasaan. Dari beberapa pengertian di atas dapat disimpulkan bahwa Syair adalah puisi lama yang terdiri dari empat baris, memiliki rima a-a-a-a dan merupakan satu rangkaian cerita.

B. Syarat-syarat syair:

a. Tiap bait terdiri dari empat baris

b. Tiap baris terdiri dari 8-13 suku kata

c. Memiliki pengulangan bunyi atau rima a-a-a-a

d. Keempat baris merupakan satu rangkaian cerita

C. Contoh Soal:

Syair cinta

Rindu ini menusuk kalbu

Hati dilanda asmara berderu

Bergelora hendak bertemu

Hatiku ini hanya untukmu

Siap berbagi hati disaat nanti

Asalkan cinta telah bersemi di hati

Rasa rindu yang jauh dari rasa benci

Apapun yang akan terjadi dimasa kini

Syair di atas adalah syair:

a. Kerinduan

b. Asmara

c. Cinta

d. Ungkapan hati

e. Nasihat

Jawaban : c

Syair di atas berisi tentang perasan rindu kepada sang kekasih, berima a-a-a-a, dan keempat baris dalam bait tersebut merupakan satu rangkaian peristiwa. Bait pertama dan kedua berisi perasaan rindu seseorang yang ingin berjumpa dengan sang kekasih.

Definisi dan Syarat-Syarat Syair | lookadmin | 4.5