Definisi dan Macam-macam Afiks

Definisi dan Macam-macam Afiks

A. Definisiafiksasi

Menurut Keraf (1991: 121), afiks adalah semacam morfemnon dasar yang secara struktural diletakkan pada kata dasar atau bentuk dasar untuk membentuk kata-kata baru.

Yang dimaksud dengan bentuk dasar adalah bentuk yang dijadikan landasan untuk tahap pembentukan berikutnya, seperti telah dikemukakan dalam analisa unsur langsung.

Misalnya kata mempergunakan dibentuk dari tahap-tahap berikut:

  • Mula-mula kata dasar guna yang sekaligus juga menjadi bentuk dasar, diberi sufiks –kan untuk menurunkan bentuk gunakan.
  • Tahap II bentuk dasar gunakan (bukan kata dasarlagi) diberiprefiks per- sehingga terbentuk konstruksi pergunakan.
  • Pada tahap III bentuk dasar pergunakan mendapat prefiks me- dan nasalisasi otomatis sehingga diperoleh bentuk akhir mepergunakan.

Selain itu menurut KBBI Online (21/05/2013. 09:00), afiks atau imbuhan mempunyai arti yaitu bentuk terikat yang apabila ditambahkan pada kata dasar atau bentuk dasar akan mengubah makna dramatikal (seperti prefix, infiks, konfiks, atau sufiks) dan bentuk (atau morfem) terikat yang dipakai untuk menurunkan kata imbuhan.

Dari beberapa definisi di atas dapat disipulkan bahwa afiks adalah imbuhanyang dilekatkan atau ditambahkan pada kata /bentuk dasar dapat di awal, tengah, akhiran, maupun gabungan.

B.Macam-macam Afiks

1. Berdasarkan fungsinya untuk menurunkan kelas kata baru

a. Afiks infleksi

Afiks yang berfungsi untuk menurunkan kata baru tanpa mengubah identitas leksikal kata. Afeksi infleksi dalam bahasa Indonesia jumlahnya terbatas: me-, di-, dan ter- seperti tampak dalam kata: melihat, dilihat, dan terlihat (Keraf,Gorys.1991:121).

b. Afiks derivasi

Afiks yang berfungsi untuk menurunkan kata baru dengan mengubah identitas leksikal kata, dengan atau tanpa perubahan kelas kata. Misalnya: ke-, pe-, -an, per- an, seperti: kasih-kekasihku, malas-pemalas, tulis-tulisan, buat-perbuatan (Keraf,Gorys.1991:121).

2. Berdasarkan tempat unsur itu diletakkan pada kata dasar/bentuk dasar

a. Prefiks (Awalan)

b. Infiks (Sisipan)

c. Sufiks (Akhiran)

d. Konfiks

Urutan pembahasan afiks akan mengukuti suatu prosedur yang sama, yaitu membicarakan bentuk, fungsi, dan makna, baru hal-hal yang perlu ditambahkan pada ketiga pokok tersebut.

Dipihak lain, agar bab mengenai afiks ini tidak terlalu panjang maka dalam bab ini hanya dibicarakan pengertian umum, prefiks dan infiks; afiks lainnya akan dibicarakan dalam bab selanjutnya (Keraf,Gorys.1991:122).

C. Sufiks

Sufiks adalah morfem non dasar yang secara struktural diletakkan pada akhir sebuah kata dasar. Bila pada sebuah kata dasar dapat diletakkan dua prefix maka pada akhir sebuah kata hanya dapat diletakkan satu surfiks.

Misalnya: menemu-kan, mewarna-i, timbang-an.

Sufiks yang ada dalam bahasa Indonesia adalah –kan, -i, -an, -nya, dan sejumlah sufiks serapan yang terbatas distribusinya seperti –man, -wan, -wati, -wi, -al, dan if (Keraf,Gorys.1991:137).

Sufiks –kan

1. Bentuk

Sufiks –kan tidak mengalami perubahan morfofonemik. Kata yang berakhir pada konsonan /k/ tetap mempertahankan konsonan tersebut, misalnya menaik-kan, menduduk-kan, meletak-kan, dan menggalak-kan (Keraf.1991:137).

2. Fungsi

Pada umumnya sufiks –kan berfungsi untuk membentuk kata kerja (Keraf:137).

3. Makna

  • Menyatakan kausatif, yaitu membuat atau menyebabkan sesuatu menjadi, misalnya: menerbangkan, melemparkan, menyeberangkan, mengemukakan, meyakinkan, merajakan, membesarkan, membukukan(Keraf.1991:137).
  • Menggunakan sesuatu sebagai alat atau membuat dengan, misalnya: menikamkan tombak, memukulkan tombak, bersenjatakan golok, berbekalkan pesan(Keraf.1991:138).
  • Menyatakan benefaktif, yaitu melakukan sesuatu untuk orang lain.

Contoh:

1) Ayah membelikan adik sebuah baju baru.

2) Ibu membuatkan tamu itu segelas teh manis.

3) Adik menuliskan temannya sepucuk surat.

Definisi dan Macam-macam Afiks | lookadmin | 4.5