Definisi dan Ciri-ciri Kata Penghubung Antarkalimat

Definisi dan Ciri-ciri Kata Penghubung Antarkalimat – Siswa mampu menulis gagasan untuk mendukung suatu pendapat dalam bentuk paragraf argumentatif.

Tujuan
Siswa mampu menulis gagasan untuk mendukung pendapat dalam bentuk paragraf argumentatif dengan menggunakan kata penghubung antarkalimat yang tepat.

Topik sebelumnya, kalian belajar tentang paragraf argumentatif. Paragraf argumentatif memakai data dan fakta untuk memperkuat opini penulis. Secara kebahasaan, setiap paragraf membutuhkan kata penghubung. Begitu pula dengan paragraf argumentatif.
Nah, pada topik ini, kita akan mengulas kata penghubung antarkalimat.

Kata Penghubung antarkalimat

Kata penghubung disebut juga konjungtor atau konjungsi. Kata penghubung antarkalimat menghubungkan satu kalimat dengan kalimat lainnya. Oleh sebab itu, kata hubung antarkalimat selalu berada di awal kalimat dan huruf pertamanya selalu kapital.
Berdasarkan maknanya, jenis-jenis kata hubung antarkalimat adalah sebagai berikut.

1. Kata hubung yang menyatakan pertentangan, contohnya biarpun demikian/ biarpun begitu.
2. Kata hubung yang menyatakan kelanjutan peristiwa atau keadaan pada kalimat sebelumnya, contohnya, selanjutnya, kemudian.
3. Kata hubung yang menyatakan adanya hal, peristiwa, atau keadaan lain di luar dari yang telah dinyatakan sebelumnya, contoh: tambahan pula.
4. Kata hubung yang mengacu pada kebalikan dari kalimat sebelumnya, contohnya sebaliknya.
5. Kata hubung yang menyatakan keadaan yang sebenarnya, contohnya sesungguhnya.
6. Kata hubung yang menguatkan keadaan yang dinyatakan sebelumnya, contohnya sebelum itu.
7. Kata hubung yang menyatakan keeksklusifan dan keinklusifan, contohnya, kecualli itu pada.
8. Kata hubung yang menyatakan konsekuensi, contohnya,* dengan demikian.
9. Kata hubung yang menyatakan akibat, contohnya, *oleh karena itu
.
10. Kata hubung yang menyatakan kejadian yang mendahului hal yang dinyatakan sebelumnya, contohnya,* sebelumnya.
11. Kata hubung yang menyatakan urutan waktu (temporal) yaitu *kesatu, kedua
, dan seterusnya.

Perhatikan contoh-contoh berikut ini.

1) a. Kami tidak setuju.
b. Kami tidak akan menghalanginya.
Kami tidak setuju. Walaupun begitu, kami tidak akan menghalanginya.
2) a. Mpo Minah mengidap tekanan darah tinggi.
b. Dia juga menderita gagal ginjal.
Mpo Minah mengidap tekanan darah tinggi. Selain itu, dia juga menderita gagal ginjal.
3) a. Api penyebab kebakaran itu sudah padam.
b. kita harus tetap waspada.
Api penyebab kebakaran itu sudah padam. Akan tetapi, kita harus tetap waspada.

Ciri-ciri kata hubung antarkalimat

  1. Selalu berada di awal kalimat.
  2. Berawal dengan huruf kapital
  3. Menggunakan koma sebelum kalimat berikutnya.
  4. Tidak menyebabkan pelesapan subjek.

Penggunaan kata hubung antarkalimat tidak bisa digantikan oleh kata hubung intrakalimat.
Perhatikan perbedaan kalimat di bawah ini.
a. Banjir sudah berlalu. Akan tetapi, kita harus tetap menjaga kebersihan.
b. Banjir sudah berlalu. Tetapi, kita harus tetap menjaga kebersihan.
Kalimat (b) menggunakan kata hubung intrakalimat untuk menghubungkan dua kalimat utuh. Kalimat tersebut salah.

Poin Penting

  1. Kata hubung antarkalimat digunakan untuk menghubungkan dua kalimat utuh.
  2. Dalam proses penghubungannya, tidak terjadi pelesapan subjek.
  3. Kata hubung antarkalimat memiliki makna masing-masing.
  4. Kata hubung antarkalimat tidak bisa digantikan dengan kata hubung intrakalimat.
Definisi dan Ciri-ciri Kata Penghubung Antarkalimat | lookadmin | 4.5