Close Klik 2x

Definisi Akutansi

Advertisement

Definisi Akutansi – Yang akan dibahas : pengertian akuntansi, perkembangan akuntansi, sistem informasi akuntansi, pemakai informasi akuntansi.

1. AKUNTANSI SEBAGAI SISTEM INFORMASI
Menurut American Accounting Association (AAA), akuntansi adalah “…. suatu proses pengidentifikasian, pengukuran, dan pelaporan informasi ekonomi yang memungkinkan adanya penilaian dan pengambilan keputusan yang jelas dan tegas oleh mereka yang menggunakan informasi keuangan tersebut”.
Menurut Kamus Bahasa Indonesia (2010), akuntansi adalah seni pencatatan pengikhtisaran transaksi keuangan dan penafsiran akibat suatu transaksi terhadap suatu kesatuan ekonomi.
Berdasarkan pengertian di atas, maka ada 3 (tiga) hal yang dapat disimpulkan :
a. Masukan (input) akuntansi adalah informasi ekonomi dari kegiatan (transaksi) organisasi ataupun perusahaan.
b. Masukan tersebut diolah melalui proses identifikasi, pengukuran, dan pelaporan untuk menghasilkan keluaran (output) yang berupa informasi atau laporan keuangan.
c. Keluaran tersebut digunakan sebagai penunjang pengambilan keputusan bisnis oleh pemakai informasi tersebut.

2. PERKEMBANGAN AKUNTANSI
Luca Pacioli, di Italia tahun 1494 memperkenalkan sistem pembukuan berpasangan (kontinental) yang membahas sistem pencatatan transaksi keuangan ke dalam dua bagian, yaitu debit dan kredit dalam buku berjudul Summa de Aritmatica, Geometrica, Proportioni et Computies et Scriptoris. Sejalan perkembangan zaman, sistem kontinental mulai ditinggalkan dan dimulai penerapan sistem akuntansi Anglo Saxon yang terletak pada pembagian kegiatan atau pencatatan keuangan.

3. SISTEM INFORMASI AKUNTANSI
Dalam sistem informasi akuntansi data keuangan diolah menjadi laporan yang sistematis dan terperinci sehingga dapat dipahami oleh pemakai informasi akuntansi.
a. Kualitas Informasi Akuntansi
Informasi akuntansi yang berkualitas harus memenuhi syarat-syarat:
• Perbandingan antara manfaat dan biaya.
• Dapat dipahami oleh pemakai informasi akuntansi.
• Relevan atau sesuai dengan kebutuhan pemakai.
• Dapat diandalkan oleh pemakai informasi akuntansi dan disajikan secara jujur.
• Dapat diperbandingkan dengan periode sebelumnya untuk mengetahui kinerja perusahaan.
• Dapat dipercaya dan disajikan sewajarnya.
• Tepat waktu.
• Materialitas, artinya kelalaian mencantumkan atau kesalahan mencatat dapat memengaruhi keputusan pemakai.
b. Tujuan Informasi Akuntansi
• Memberikan informasi mengenai harta, hutang, modal dan perubahannya pada satu periode waktu.
• Memberikan informasi mengenai laba perusahaan.
• Memberikan informasi kepada pemakai untuk memprediksi kondisi perusahaan pada masa depan.

4. PEMAKAI INFORMASI AKUNTANSI
Pemakai informasi akuntansi dapat dibedakan atas dua bagian atau kelompok, yaitu :
a. Pihak Internal.
b. Pihak Eksternal
Pihak-pihak eksternal pemakai informasi akuntansi :
• Pemilik perusahaan atau pemegang saham atau investor
• Karyawan dan serikat pekerja
• Kreditor
• Badan-badan pemerintah
• Pelanggan
• Masyarakat

5. BIDANG AKUNTANSI
a. Akuntasi Keuangan
Bagian dari akuntansi yang mengkhususkan dalam proses pencatatan transaksi hingga penyajiannya dalam bentuk laporan keuangan.
b. Auditing
Pelaksanaannya disebut auditor yang bekerja secara bebas tanpa dipengaruhi kepentingan pihak-pihak tertentu yang memeriksa pencatatan transaksi telah sesuai dengan prinsip-prinsip atau standar akuntansi keuangan yang berlaku.
c. Akuntansi Biaya
Akuntansi biaya berhubungan dengan perencanaan, penetapan, dan pengendalian biaya produksi dan biaya lazim digunakan oleh perusahaan manufaktur.
d. Akuntansi Manajemen
Bidang akuntansi yang mengkhususkan pada pengembangan dan penafsiran informasi akuntansi untuk membantu manajemen dalam menjalankan perusahaan.
e. Akuntansi Anggaran
Berhubungan dengan penyusunan rencana pengeluaran perusahaan dan membandingkannya dengan pengeluaran aktual dan merupakan bagian dari akuntansi manajemen.
f. Akuntansi Perpajakan
Berkaitan dengan penyiapan data yang diperlukan untuk perhitungan pajak yang sesuai dengan peraturan pemerintah.
**g. Sistem Akuntansi

Bidang akuntansi yang mengkhususkan dalam perencanaan dan pelaksanaan prosedur pengumpulan, serta pelaporan data keuangan. Akuntansi dalam hal ini harus menciptakan suatu cara sedimikian rupa sehingga mempermudah pengendalian internal dan menciptakan arus laporan yang tepat untuk kepentingan manajemen.
h. Akuntansi Pemerintahan
Mengkhususkan dalam penyajian laporan transaksi yang dilakukan oleh pemerintah. Akuntansi ini melaporkan dan menjelaskan, melalui data informasi, berbagai aspek dari pengelolaan administrasi keuangan negara dan melakukan pengendalian atas pengeluaran uang negara.
i. Akuntansi Pendidik
Berhubungan dengan kegiatan pengajaran dan pengembangan pendidikan akuntansi.

6. BIDANG PROFESI AKUNTANSI
a. Akuntan Perusahaan (Internal)
Bertindak sebagai pengontrol perusahaan, yaitu pengawas terhadap seluruh operasi perusahaan yang berhubungan dengan keluar masuk uang.
b. Akuntan Publik
Akuntan independen (bebas) yang secara perorangan atau kelompok memberikan jasa dalam bidang akuntansi bagi perusahaan atau organisasi bisnis dan nonbisis. Jasa akuntan publik yang utama adalah memeriksa laporan keuangan suatu organisasi apakah wajar atau layak.
c. Akuntan Pemerintah
Akuntan yang bekerja pada lembaga-lembaga pemerintah yang tugas utamanya adalah merencanakan, mengendalikan, dan memeriksa penggunaan uang atau kekayaan negara.
d. Akuntan Pendidik
Akuntan pendidik adalah akuntan yang tugas utamanya adalah mengembangkan dan mengajarkan akuntansi, misalnya dosen dan guru mata pelajaran akuntansi.

7. ETIKA PROFESI AKUNTANSI
Tiga prinsip dasar perilaku yang etis bagi akuntan, yaitu :
a. Menghindari pelanggaran etika yang terlihat remeh
b. Memusatkan perhatian pada reputasi jangka panjang
c. Bersiap menghadapi konsekuensi yang kurang baik bila berpegang pada perilaku etis

Etika profesi akuntan meliputi :
a. Memiliki pertimbangan moral dan professional dalam tugasnya.
b. Memberikan pelayanan dan menghormati kepercayaan publik.
c. Memiliki integritas tinggi dalam memelihara dan meningkatkan kepercayaan publik.
d. Menjunjung sikap objektif dan bebas dari kepentingan pihak tertentu.

8. STANDAR AKUNTANSI KEUANGAN
Standar akuntansi keuangan merupakan suatu himpunan prinsip, prosedur, metode, dan teknik akuntansi yang mengatur penyusunan laporan keuangan, khususnya yang ditujukan kepada pihak luar seperti pemegang saham, kreditor, investor, dan bank.

Definisi Akutansi | lookadmin | 4.5