Close Klik 2x

Daur Ulang Limbah dan Karakteristik limbah

Advertisement

Daur Ulang Limbah dan Karakteristik limbah – Limbah merupakan benda buangan yang berasal dari aktivitas manusia, baik industri maupun rumah tangga, ataupun berasal dari proses alami yang terjadi di alam.

Karakteristik limbah

1. Tidak memiliki nilai ekonomis
2. Berdampak luas (penyebaran)
3. Bersifat dinamis (terus menerus bertambah)
4. Berdampak jangka panjang

Berdasarkan karakteristik yang dimilikinya, limbah dikategorikan menjadi sebagai berikut.
1. Limbah organik merupakan limbah yang dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Limbah ini ada yang mudah membusuk seperti sisa makanan, daun, rumput, dan sebagainya. Ada pula limbah organik yang sukar membusuk, misalnya kertas dan kayu.
2. Limbah anorganik adalah limbah yang tidak dapat diuraikan oleh mikroorganisme. Limbah inilah yang mencemari lingkungan. Limbah dari golongan ini ada yang berbahaya (beracun), ada juga yang tidak.

Untuk mengurangi dan menanggulangi limbah yang terus menerus bertambah dan meluas penyebarannya, diperlukan kesadaran bagi setiap individu untuk lebih peduli pada lingkungannya. Salah satu cara yang dapat ditempuh adalah mendaur ulang limbah baik organik maupun anorganik. Di bawah ini akan dijelaskan hal-hal yang berkaitan dengan daur ulang limbah.

1. Reuse

Memanfaatkan ulang (reuse), yaitu menggunakan kembali barang bekas tanpa pengolahan bahan, untuk tujuan yang sama atau berbeda dari tujuan asalnya. Contohnya, penggunaan bahan-bahan plastik/ kertas bekas untuk benda-benda suvenir, bekas ban untuk tempat pot atau kursi taman, botol-botol minuman yang telah kosong diisi kembali, dan sebagainya.

2. Recycle

Mengolah kembali (recycle), yaitu kegiatan yang memanfaatkan barang bekas dengan cara mengolah materinya untuk digunakan lebih lanjut. Contohnya, kertas atau sampah bekas, pecahan-pecahan gelas atau kaca, besi atau logam bekas dan sampah organik yang berasal dari dapur atau pasar dapat didaur ulang menjadi kompos (pupuk).

Proses daur ulang ini juga dapat mengubah sampah menjadi energi panas yang dikenal dengan proses insenerasi. Insenerasi sederhana sudah dilakukan oleh beberapa industri misalnya di Jakarta. Mereka menggunakan limbah padat dalam bentuk lumpur. Hasil akhir pengolahan air limbahnya tidak dibuang ke tanah, tetapi digunakan sebagai bahan bakar setelah mengalami pengeringan.

3. Reduce

Mengurangi (reduce) adalah semua bentuk kegiatan atau perilaku yang dapat mengurangi produksi sampah. Misalnya, ibu-ibu rumah tangga kembali ke pola lama, yaitu membawa keranjang belanja ke pasar. Dengan demikian, jumlah kantong plastik yang dibawa ke rumah akan berkurang (tereduksi). Selain itu, bila setiap orang menggunakan sapu tangan daripada tisu, di samping akan mengurangi sampahnya, juga menghemat penggunaan bahan baku untuk tisu, yang tidak lain adalah kayu dari hutan. Kalau setiap orang melakukan hal tersebut, beberapa ton sampah akan tereduksi setiap bulan dan beberapa hasil hutan dapat terselamatkan.

4. Replace

Menggantikan dengan bahan yang bisa dipakai ulang (replace) adalah upaya mengubah kebiasaan yang dapat mempercepat produksi sampah, terutama sampah yang sukar diolah dan berbahaya. Misalnya menggantikan kantong plastik dengan kantong belanja dari kertas yang bisa digunakan lebih dari satu kali pemakaian.

5. Refill

Refill artinya mengisi kembali wadah-wadah produk yang dipakai, sehingga kita tidak perlu mengganti wadahnya berulang kali, kita hanya perlu mengganti isinya saja.

6. Repair

Repair artinya melakukan pemeliharaan dan perawatan pada barang-barang yang ada yang bersifat permanen. Agar tidak perlu sering menggantinya.

Daur Ulang Limbah dan Karakteristik limbah | lookadmin | 4.5