Close Klik 2x

Daftar Pustaka dan Catatan Kaki dalam Karya Tulis

Advertisement

Daftar Pustaka dan Catatan Kaki dalam Karya Tulis – Siswa paham tentang daftar pustaka dan catatan kaki dalam karya tulis.

DAFTAR PUSTAKA

Daftar pustaka atau bibliografi adalah daftar yang berisi judul buku, artikel, dan bahan penerbitan lainnya yang mempunyai pertalian dengan sebuah atau sebagian karangan. Daftar pustaka diletakkan pada bagian akhir sebuah karangan ilmiah.

Daftar pustaka menjadi rujukan penulis selama melakukan dan menyusun penelitian atau laporannya. Semua bahan rujukan yang digunakan penulis, baik sebagai bahan penunjang maupun sebagai data, disusun dalam daftar pustaka ini.

Sumber pustaka yang dimuat dalam daftar pustaka hanyalah yang disebutkan dalam teks. Sumber pustaka yang tidak diacu dalam uraian tidak perlu dicantumkan dalam daftar pustaka. Gelar akademik, agama, maupun kebangsawanan tidak boleh dicantumkan pada nama penulis.

Unsur-unsur yang harus dicantumkan dalam daftar pustaka adalah sebagai berikut.

1. Nama penulis yang diawali dengan penulisan nama keluarga (nama belakang).
2. Tahun terbit karya.
3. Judul karya tulis dengan menggunakan huruf besar untuk huruf pertama kecuali kata sambung dan kata depan. Penulisannya dimiringkan (huruf italics).
4. Data publikasi berisi nama tempat (kota) dan nama penerbit karya yang dikutip.

Penting untuk Diingat!

Berikut ini adalah contoh penulisan daftar pustaka dari berbagai sumber.
Contoh penulisan rujukan satu pengarang:
Munandar, Utami. 1999. Pengembangan Kreativitas Anak Berbakat. Jakarta: Rineka Cipta.

Contoh penulisan rujukan dua pengarang:
Arifin, E.Z. dan S.A. Tasai. 1999. Cermat Berbahasa Indonesia. Jakarta: Akademika Presendo.

Contoh penulisan rujukan tiga pengarang:
Akhadiah, Sabarti, Maidar G. Arsjad, dan Sakura H. Ridwan. 1999. Pembinaan Kemampuan Menulis Bahasa Indonesia. Jakarta: Erlangga.

Contoh penulisan rujukan lebih dari tiga pengarang:
Atosokhi, Antonius, dkk. 2003. Character Building II Relasi dengan Sesama. Jakarta: Elex Media Komputindo.
Contoh penulisan rujukan karya terjemahan:
Amstrong, Thomas. 2002. Sekolah Para Juara Menerapkan Multiple Intelligence di Dunia Pendidikan. Diterjemahkan oleh Yudhi Martanto. Bandung: Kaifa.

Contoh penulisan rujukan dari artikel dalam jurnal:
Ibrahim, Julianto. 2006. “Teater Rakyat sebagai Media Kritik Sosial: Fungsi Humor dalam Seni Lenong Betawi”. Humaniora Vol. 18. No. 1. hlm 7-26. Yogyakarta: Fakultas Ilmu Budaya Universitas Gadjah Mada.

Contoh penulisan rujukan dari surat kabar:
Nurdiaman, AA. 2009. “Menumbuhkan Tradisi Menulis di Kalangan Siswa”. Harian Pikiran Rakyat, 20 Januari 2009. hlm. 22.

Contoh penulisan rujukan dari wawancara, interview radio dan televisi:
Natabaskara, Roni. 2004. “Pentingnya Penyuluhan untuk Membuat Masyarakat Berpikir Logis”. Wawancara di Rajawali Citra Televisi Indonesia Jakarta, 14 Agustus 2004.

Contoh penulisan rujukan yang bersumber pada internet:
Utorodewo, Felicia N. 2007. “Tinjauan Buku Teks Pelajaran Bahasa Indonesia”. Makalah Seminar Bahasa dan Sastra Indonesia dalam http://johnherf.wordpress.com, diakses 2 Maret 2008.

Jika terdapat beberapa buku yang ditulis oleh seorang yang sama, nama penulis ditulis yang pertama, sedangkan di bawahnya cukup ditulis: ___________________
Ramlan, M. 1978. Ilmu Bahasa Indonesia: Morfologi. Yogyakarta: Karyono.
______¬¬¬. 1980. Kata Depan atau Preposisi dalam Bahasa Indonesia. Yogyakarta: Karyono.

Jika dalam buku itu tidak bertahun, di belakang nama pengarang dicantumkan “Tanpa Tahun”.
Wijaya, Marlina dan Euis Honiatri. Tanpa Tahun. Intisari Tata Bahasa Indonesia untuk SLTP. Bandung: Pustaka Setia.

CATATAN KAKI (FOOTNOTE)

Footnote atau catatan kaki merupakan keterangan-keterangan atau teks karangan yang ditempatkan pada kaki halaman akhir bab dan pada tempat tersendiri (lampiran) karangan yang bersangkutan. Tujuan catatan kaki adalah untuk menyusun pembuktian, menyatakan utang budi, menyampaikan keterangan tambahan, dan merujuk bagian lain dari teks.

Hal-hal yang perlu diperhatikan dalam penggunaan catatan kaki adalah sebagai berikut.
1. Catatan kaki diletakkan di bawah halaman yang sama dengan bagian kalimat yang ditandai. Jangan ditempatkan pada halaman yang terpisah.
2. Catatan kaki ditulis dengan urutan sebagai berikut.
a. Nomor catatan kaki diketik dengan cara superscript.
b. Spasi rapat
c. Nama pengarang diketik apa adanya, tidak perlu dibalik.
d. Gelar akademik, kebangsawanan, atau gelar apapun tidak boleh dicantumkan dalam nama penulis.
e. Tahun penerbitan
f. Judul buku diketik dengan huruf miring.
g. Edisi buku (jika ada)
h. Nomor volume buku (jika ada)
i. Kota penerbit nama penerbit, dan tahun terbit berada dalam tanda kurung.
j. Halaman yang dikutip.Nomor halaman ditulis dengan menggunakan singkatan hlm.
k. Catatan kaki tidak boleh menyebutkan dua kali sumber dan digantikan dengan singkatan: Ibid, Op.cit atau Loc.cit dan sebutkan nomor halaman yang dirujuk.

Berikut ini adalah contoh penulisan footnote.

Mari kita coba!

Perhatikan data buku berikut ini!
Judul buku : Pengajaran Morfologi
Pengarang : Prof. Dr. Henry Guntur Tarigan
Penerbit : Angkasa
Tempat terbit : Bandung
Tahun terbit : 2009
Halaman yang dikutip : 20
Berikut adalah daftar pustaka dan footnote berdasarkan data buku di atas.
a. Daftar pustaka:
Tarigan, Henry Guntur. 2009. Pengajaran Morfologi. Bandung: Angkasa.
b. Footnote:
Henry Guntur Tarigan, Pengajaran Morfologi (Bandung: Angkasa, 2009), hlm. 20.

Poin Penting

Untuk menuliskan daftar pustaka dan footnote (catatan kaki), kalian harus mengetahui data buku tersebut secara lengkap, kemudian susunlah sesuai dengan urutan penulisannya.

Advertisement
Daftar Pustaka dan Catatan Kaki dalam Karya Tulis | lookadmin | 4.5