Close Klik 2x

Cuaca, Iklim, dan Alat Ukurnya

Advertisement

Cuaca, Iklim, dan Alat Ukurnya – Setelah mempelajari tentang cuaca, iklim, dan alat ukurnya, kalian diharapkan mampu mengetahui tentang perbedaan cuaca dengan iklim, serta alat-alat yang dapat digunakan untuk mengukur cuaca dan iklim yang terjadi.

CUACA, IKLIM, DAN ALAT PENGUKURNYA

Cuaca dan iklim merupakan suatu hal yang tidak bisa dipisahkan dari kehidupan kita sehari-hari. Namun tahukah kamu tentang perbedaan cuaca dan iklim ? Apa saja alat-alat yang dapat digunakan untuk mengukur cuaca dan iklim ? Berikut penjelasan lebih lanjut.

A. Pengertian

Cuaca adalah keadaan udara atau kondisi udara di suatu tempat dan waktu yang relatif sempit dan singkat. Cuaca bisa diartikan juga sebagai suatu keadaan udara, suhu, awan dan angin dalam waktu beberapa hari. Sedangkan suatu keadaan udara pada suatu tempat yang luas dan pada waktu lama biasa disebut dengan ‘iklim’. Suatu tempat dapat memiliki iklim tertentu, karena cuaca yang ada di suatu daerah dalam waktu yang lama cenderung memiliki siklus yang selalu sama.

Cuaca terjadi karena adanya perbedaan suhu dan kelembaban antara satu tempat dengan tempat lainnya. Perbedaan cuaca juga dapat terjadi karena adanya perbedaan sudut pancaran sinar matahari yang mengakibatkan panas di satu tempat berbeda dengan tempat lainnya. Cuaca di bumi juga dipengaruhi oleh hal-hal lain yang terjadi dari angkasa luar, di antaranya, adanya angin matahari atau disebut juga star corona. Ilmu yang mempelajari tentang cuaca dan iklim adalah Klimatologi.

B. Unsur-Unsur Pembentuk Cuaca dan Iklim

1) Radiasi Matahari
Radiasi matahari merupakan faktor utama terdapatnya panas di permukaan bumi. Radiasi matahari masuk ke bumi dalam bentuk gelombang elektromagnetik. Unsur radiasi matahari yang paling utama adalah intensitas radiasi dan lamanya radiasi berlangsung.

2) Temperatur Udara
Temperatur udara adalah besarnya panas atau dinginnya suatu udara. Temperatur udara juga dapat dikatakan sebagai suhu udara. Faktor-faktor yang mempengaruhi suhu udara adalah :
• Sudut datang sinar matahari,
• Lama penyinaran dari matahari,
• Letak lintang, dan
• Ketinggian tempat.

3) Tekanan Udara
Tekanan udara adalah tekanan yang diberikan oleh setiap satuan luas bidang datar di permukaan bumi. Faktor yang sangat mempengaruhi tekanan udara adalah suhu udara. Daerah yang terkena panas lebih banyak, maka akan mempunyai tekanan udara kecil. Sebaliknya, jika suatu daerah mempunyai suhu yang tidak terlalu panas, maka akan memiliki tekanan besar.

4) Angin
Angin adalah udara yang bergerak dengan kecepatan tertentu, dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum. Maka, dengan perkataan lain, terjadinya angin adalah karena adanya perbedaan tekanan udara.

5) Kelembaban Udara
Kelembaban udara menunjukkan banyaknya kandungan uap air di dalam udara. Semakin banyak kandungan uap air dalam udara, maka udara tersebut akan terasa basah. Sebaliknya, jika suatu udara memiliki sedikit kandungan uap air, maka udara pada daerah tersebut akan terasa kering.

6) Awan
Awan adalah suatu gumpalan uap air yang terjadi karena adanya proses kondensasi. Awan yang mencapai permukaan disebut ‘kabut’. Awan dapat mempengaruhi pancaran sinar radiasi matahari karena awan yang tebal dapat menghalangi radiasi matahari.

7) Hujan
Hujan adalah peristiwa jatuhnya titik air dari atmosfer ke permukaan bumi secara alami. Hujan dapat mempengaruhi temperatur, kelembaban, angin, dan tekanan udara. Hal ini dapat terjadi sebab dengan turunnya titik-titik air ke bumi, maka akan mempengaruhi suhu daerah tersebut, sehingga akhirnya dapat mempengaruhi tekanan udara yang menyebabkan munculnya angin.

C. Alat Pengukur Cuaca dan Iklim

a) Termometer
Termometer adalah alat untuk mengukur suhu udara yang ada di sekitarnya. Termometer yang paling sederhana adalah termometer air raksa. Jika udara sekitarnya panas, maka air raksa pada termometer akan memuai (naik). Sebaliknya, jika cuaca dingin, maka air raksa menyusut. Termometer air raksa hanya mencatat kondisi suhu maksimum dan minimum.

b) Barometer
Barometer adalah alat yang digunakan untuk mengukur tekanan udara. Ada dua macam barometer yaitu ‘barometer air raksa’ dan ‘barometer aneroid’ (altimeter). Barometer air raksa cenderung sulit untuk dibawa, sedangkan barometer aneroid mudah dibawa ke mana pun.

c) Higrometer
Higrometer adalah alat untuk mengukur kelembaban udara. Higrometer biasanya menggunakan rambut manusia. Rambut manusia memiliki sifat memendek pada udara kering dan memanjang pada udara basah. Perubahan panjang dan pendek rambut ini akan menggerakkan jarum pada skala higrometer.

d) Anemometer
Anemometer adalah alat untuk dapat mengukur kecepatan angin. Anemometer biasanya diletakkan di area yang terbuka pada tiang yang tinggi. Pada anemometer terdapat beberapa mangkuk untuk menerima tiupan angin. Mangkuk ini berfungsi menerima angin yang datang. Ketika angin mengenai mangkuk, maka mangkuk tersebut akan berputar dan putaran mangkuk tersebut dihubungkan dengan alat pencatat kecepatan.
e) Fluviograf

Fluviograf adalah alat yang mengukur besarnya curah hujan. Alat ini biasanya diletakkan di lapangan terbuka agar air yang jatuh tidak terhalang masuk ke dalam alat tersebut. Air hujan yang masuk ke dalam corong ditampung dalam ruang tertutup agar tidak menguap, lalu diukur dengan menggunakan gelas ukuran.

RANGKUMAN

1) Cuaca adalah kondisi udara yang terjadi dalam waktu dan tempat yang relatif singkat dan sempit. Sedangkan iklim adalah kondisi udara yang terjadi dalam waktu dan tempat yang relatif lama dan luas.
2) Unsur cuaca dan iklim memiliki alat-alat pengukurnya masing-masing, yakni termometer, barometer, higrometer, anemometer, dan fluviograf.

Cuaca, Iklim, dan Alat Ukurnya | lookadmin | 4.5