Ciri-Ciri Reaksi Kimia

Ciri-Ciri Reaksi Kimia – Sebelum memasuki topik ini, tentunya kalian sudah memahami pengertian dari perubahan fisika dan perubahan kimia, juga beberapa contoh dari perubahan tersebut. Pada topik ini, kalian akan mempelajari Ciri-Ciri Reaksi Kimia. Seperti yang telah kalian ketahui bahwa perubahan kimia terjadi karena adanya reaksi kimia. Reaksi kimia ditandai dengan terbentuknya zat baru yang tidak sama dengan zat sebelumnya. Lalu bagaimanakah ciri-ciri dari reaksi kimia? Kalian tidak perlu bingung karena kalian sering menjumpainya dalam kehidupan sehari-hari.

Kalian pasti tidak asing dengan bagian pagar besi rumah kalian yang berkarat. Jika kalian perhatikan, apakah warna pagar besi di bagian yang berkarat dan tidak berkarat sama? Tentu saja tidak. Lalu pernahkah kalian meletakkan irisan buah apel dan membiarkannya terkena udara? Apa yang terjadi? Daging buah apel yang semula berwarna putih lama kelamaaan akan berubah warna menjadi kuning kecokelatan. Mengapa demikian? Perbedaan warna yang terjadi merupakan pertanda telah terjadinya reaksi kimia.


Untuk mengetahui ciri-ciri reaksi kimia, mari kita simak ulasan berikut.

① Timbulnya gas

Banyak reaksi kimia menghasilkan zat baru yang ditandai dengan terbentuknya gas pada suhu kamar. Pembentukan gas biasanya menunjukkan bahwa reaksi sedang berlangsung. Reaksi pembentukan gas ditandai dengan adanya gelembung-gelembung udara jika reaksi berlangsung sebagai larutan, bau yang tercium, ataupun tampak asap yang keluar dari sebuah reaksi dan mengembangnya suatu reaktan. Seperti yang sering kalian temui pada proses pembuatan kue. Penambahan soda kue menyebabkan adonan kue menjadi mengembang. Soda kue menghasilkan gas karbondioksida (CO₂) yang menyebabkan kue mengembang. Contoh lain adalah jika kalian memasukkan kapur tulis ke dalam larutan asam klorida encer maka akan timbul gelembung-gelembung gas yang keluar dari larutan. Gelembung-gelembung gas tersebut merupakan zat baru—yaitu gas karbondioksida—hasil reaksi antara larutan asam klorida dan kapur.

CaCO3(s)+2HCl(aq)CaCl2(aq)+H2O()+CO2(g)

Dengan demikian, timbulnya gas dapat menjadi petunjuk bahwa suatu reaksi kimia telah terjadi.

② Timbulnya endapan

Selain terbentuknya gas, reaksi kimia juga dapat ditandai dengan terbentuknya endapan. Contohnya ketika kalian meniupkan napas ke dalam air kapur. Air kapur yang tadinya jernih, sedikit demi sedikit akan berubah menjadi keruh. Kekeruhan ini terjadi karena terbentuknya zat baru berupa endapan kecil-kecil berwarna putih. Endapan putih ini merupakan hasil reaksi antara karbondioksida hasil pernapasan kita dengan air kapur.

Ca(OH)2(aq)+CO2(g)CaCO3(s)+H2O()

③ Terjadi perubahan warna

Pada awal topik ini, kalian telah diberikan beberapa contoh perubahan warna yang terjadi pada reaksi kimia. Contoh lain reaksi yang ditandai dengan adanya perubahan warna adalah jika kalian mencampur bubuk tembaga oksida yang berwarna hitam dengan larutan asam sulfat yang jernih maka akan menghasilkan larutan tembaga sulfat yang berwarna biru.

CuO(s) + H₂SO₄(aq) → CuSO₄(aq) + H₂O(ℓ)

(hitam)           (jernih)                     (biru)

④ Terjadi perubahan suhu

Perubahan suhu juga bisa menjadi petunjuk terjadinya reaksi kimia. Suhu bisa berubah menjadi lebih tinggi atau rendah. Reaksi kimia yang disertai kenaikan suhu disebut dengan reaksi eksotermis. Sebaliknya reaksi yang disertai penurunan suhu disebut dengan reaksi endotermis. Contohnya adalah ketika kalian mereaksikan butiran karbid (kalsium karbida) dengan air yang terdapat dalam tabung reaksi.

CaC2(s)+2H2O()Ca(OH)2(aq)+C2H2(g)+panas

Pada peristiwa ini terbentuk zat baru yang larut dalam air dan zat baru yang berwujud gas pada suhu kamar. Selain itu, reaksi tersebut menyebabkan naiknya suhu air (reaksi eksotermis) dalam tabung reaksi. Melalui contoh tadi kita dapat menyatakan bahwa timbulnya panas juga menunjukkan terjadinya reaksi kimia.
Seringkali reaksi kimia tidak hanya menimbulkan satu gejala, melainkan lebih. Dalam satu reaksi kimia bisa saja dua atau lebih gejala dapat teramati, seperti halnya reaksi antara butiran karbid dan air. Reaksi ini tidak hanya menimbulkan perubahan suhu, tetapi juga menimbulkan adanya gas. Namun demikian, kalian harus berhati-hati terhadap timbulnya suatu gejala yang belum tentu menunjukkan adanya reaksi kimia. Hal yang harus kalian ingat adalah bahwa suatu perubahan zat dapat dikatakan sebagai perubahan kimia atau reaksi kimia jika terbentuk zat baru.

Ciri-Ciri Reaksi Kimia | lookadmin | 4.5