Close Klik 2x

Ciri-Ciri Makhluk Hidup

Advertisement

Ciri-Ciri Makhluk Hidup – Mari kita belajar tentang ciri-ciri makhluk hidup. Makhluk hidup memiliki ciri-ciri tertentu yang membedakannya dengan makhluk tidak hidup. Lihatlah lingkungan di sekitar kita, akan kita jumpai beraneka makhluk hidup seperti ayam, kucing, pohon mangga, dan tanaman padi. Sementara itu, juga dijumpai batu, tanah, mobil, kursi, dan meja sebagai contoh makhluk tidak hidup. Ciri-ciri makhluk hidup tersebut dapat dijelaskan sebagai berikut.

1. Bernapas (Respirasi)

Bernapas adalah proses pengambilan oksigen serta pengeluaran karbondioksida dan uap air sebagai hasil dari proses pemecahan zat makanan sehingga dihasilkan energi. Energi yang dihasilkan dapat digunakan untuk aktivitas hidup. Reaksi pernapasan dirumuskan sebagai berikut.

C₆H₁₂O₆ + 6 O₂ → Energi + 6 CO₂ + 6 H₂O

Alat-alat pernapasan pada makhluk hidup antara lain sebagai berikut.
a. Paru-paru : pada amfibi, reptil, aves, dan mamalia
b. Insang : pada pisces (ikan)
c. Kulit : pada amfibi dan cacing
d. Trakea : pada serangga
e. Permukaan tubuh : pada hewan bersel satu (protozoa)
f. Stomata dan lentisel : pada tumbuhan hijau

2. Bergerak

Gerak pada makhluk hidup dibedakan menjadi gerak aktif dan gerak pasif. Gerak aktif adalah gerak berpindah tempat karena keinginan diri sendiri, sedangkan gerak pasif adalah gerak karena dipengaruhi faktor dari luar. Gerak pada hewan merupakan gerak aktif.

Alat gerak pada hewan bermacam-macam, antara lain sebagai berikut.
a. Sirip : pada ikan
b. Kaki : pada amfibi, reptil, dan mamalia
c. Sayap : pada aves
d. Kaki semu : pada Amoeba proteus
e. Kaki tabung : pada bintang laut
f. Tentakel : pada gurita dan cumi-cumi
g. Flagel : pada Euglena viridis
h. Silia : pada Paramaecium caudatum

Gerak pada tumbuhan dipengaruhi oleh faktor dari luar, seperti cahaya, suhu, air, dan sentuhan. Contohnya:
a. pembengkokan kecambah kacang hijau menuju arah datangnya cahaya;
b. gerak akar tumbuhan menuju pusat bumi; dan
c. daun putri malu akan mengatup ketika disentuh.

3. Menerima dan mereaksi rangsang (Iritabilitas)

Makhluk hidup memiliki kemampuan untuk menanggapi rangsang yang berasal dari lingkungannya. Rangsang ini antara lain berupa cahaya, air, suara, zat kimia, sentuhan, dan suhu. Contohnya:
a. mata manusia segera menyipit ketika terkena cahaya yang menyilaukan;
b. cacing akan mengerak-gerakkan tubuhnya ketika terkena detergen; dan
c. tumbuhan putri malu akan mengatupkan daunnya ketika disentuh.

4. Tumbuh dan berkembang

Pertumbuhan adalah proses pada makhluk hidup karena pertambahan ukuran dan jumlah sel tubuhnya yang tidak dapat kembali ke ukuran semula (irreversibel). Contohnya:
a. seorang anak bertambah tinggi dan bertambah berat badannya; dan
b. pohon bertambah tinggi dan bertambah besar lingkar batangnya.
Perkembangan merupakan proses yang terjadi pada makhluk hidup selama hidupnya yang berupa kematangan fungsi suatu organ tubuh. Contoh: kemampuan bayi untuk tengkurap, merangkak, kemudian, berdiri.

5. Memerlukan makanan

Semua makhluk hidup memerlukan makanan. Makanan diperlukan sebagai sumber energi untuk aktivitas hidup. Berdasarkan cara memperoleh makanan, makhluk hidup dibedakan menjadi dua, yaitu sebagai berikut.
a. Autotrof, yaitu makhluk hidup yang dapat membuat makanannya sendiri. Tumbuhan adalah makhluk hidup yang mampu membuat makanannya sendiri. Tumbuhan mampu mengubah air dan mineral dari dalam tanah dengan bantuan klorofil (zat warna hijau pada daun), yang digunakan sebagai alat penangkap cahaya matahari dan mengubahnya menjadi zat makanan (proses fotosintesis). Reaksi fotosintesis sebagai berikut.

b. Heterotrof, yaitu makhluk hidup yang tidak dapat membuat makanannya sendiri. Akibatnya makhluk hidup ini memakan makhluk hidup lain. Contohnya singa memakan rusa dan manusia memakan ikan.

6. Mengeluarkan zat sisa

Proses perombakan bahan makanan di dalam tubuh makhluk hidup menghasilkan berbagai limbah yang harus dibuang keluar tubuh. Zat sisa yang dikeluarkan oleh hewan terjadi melalui tiga cara, yaitu sebagai berikut.
a. Ekskresi, yaitu pengeluaran sisa metabolisme berupa urine yang sebelumnya disaring oleh ginjal dan keringat yang dikeluarkan kulit.
b. Defekasi, yaitu pengeluaran sisa pencernaan makanan yang berbentuk padat dan disebut tinja, dikeluarkan melalui anus.
c. Respirasi, yaitu pengeluaran zat sisa pernapasan berupa karbondioksida dan uap air melalui paru-paru.
Pada tumbuhan, sisa metabolisme yang dikeluarkan adalah uap air, karbondioksida, dan oksigen melalui lentisel.

7. Beradaptasi

Adaptasi merupakan upaya penyesuaian diri makhluk hidup terhadap lingkungan sebagai usaha untuk bertahan hidup demi kelangsungan suatu generasi. Adaptasi dibedakan sebagai berikut.
a. Adaptasi fisiologi, yaitu penyesuaian fungsi organ tubuh terhadap perubahan lingkungan. Contohnya bunga mawar memiliki bau yang khas untuk memikat serangga dan membantu penyerbukannya.
b. Adaptasi morfologi, yaitu penyesuaian bentuk tubuh makhluk hidup terhadap lingkungannya. Contohnya itik memiliki kaki yang berselaput karena digunakan untuk berenang.
c. Adaptasi tingkah laku, yaitu penyesuaian tingkah laku makhluk hidup terhadap lingkungannya. Contohnya bunglon mengubah warna tubuh sesuai tempatnya berada.

8. Berkembangbiak

Berkembangbiak merupakan upaya makhluk hidup untuk melestarikan jenisnya agar tidak punah. Ada dua cara perkembangbiakan pada makhluk hidup, yaitu secara kawin dan tak kawin. Pada hewan tingkat tinggi, perkembangbiakan dilakukan secara kawin, sedangkan pada hewan tingkat rendah dilakukan secara tak kawin. Pada tumbuhan, perkembangbiakan dilakukan secara kawin (biji) maupun secara tak kawin (tunas, cangkok, dan stek).

Ciri-Ciri Makhluk Hidup | lookadmin | 4.5