Close Klik 2x

Cara Mudah Menulis Puisi

Advertisement

Cara Mudah Menulis Puisi – Siswa mampu menulis puisi.

Sebelum menyimak pembahasan kali ini, mari kita bermain kuis sederhana!

Di bawah ini terdapat sebuah gambar apel yang dikelilingi oleh beberapa kotak. Kotak tersebut berfungsi untuk menuliskan gambaran yang melekat pada gambar apel yang kamu lihat. Deskripsikanlah apel yang ada dalam gambar dengan menyebut sebuah kata dan tulislah kata tersebut dalam kotak yang tersedia. Beberapa kotak sudah terisi dengan jawaban. Maka, lengkapilah kotak yang masih kosong!

Mudah, bukan?

Kuis sederhana di atas melatih kamu menggali ide untuk dituangkan ke dalam tulisan, meski hanya berupa kata. Kemampuan menggali ide sangat penting terutama jika kamu ingin menulis sebuah karangan, termasuk karya sastra. Di antaranya adalah puisi.

Pada materi ini, akan dijelaskan langkah-langkah menulis puisi dan beberapa hal yang harus disiapkan sebelumnya. Maka, simaklah pembahasan berikut ini!

Menulis tentu bukanlah kegiatan yang sulit. Namun, jika yang ditulis adalah karya sastra, termasuk di antaranya puisi, beberapa orang akan mengernyitkan dahi terlebih dahulu. Menulis puisi memang dianggap sulit, namun sebenarnya mudah jika kita memahami langkah-langkahnya.

Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang tersusun dari bahasa yang indah dan padat makna. Maka, kunci utama dalam menulis puisi adalah mampu merangkai kata-kata menjadi susunan yang indah. Namun, susunan yang indah itu tetap harus memperhatikan makna sehingga kita harus cermat memilih kata-kata tertentu yang dapat mewakili gagasan yang akan kita tuangkan dalam bentuk puisi. Pilihan kata yang tepat itu disebut dengan diksi.

Sebelum memilih kata, hal yang paling penting adalah menemukan ide. Ide adalah gagasan pokok yang akan dituangkan dalam puisi yang ditulis. Ide seringkali disebut tema. Ide dapat ditemukan dari kehidupan sehari-hari di sekeliling kita. Misalnya, saat kita mendapatkan kebahagiaan, menemui masalah hingga bersedih, melihat pemandangan indah, mendapatkan teman baru, menyaksikan berita di televisi, dan sebagainya. Ide juga dapat ditemukan dengan membaca buku atau koran, menonton televisi, membuka media sosial, dan aktivitas sehari-hari lainnya.

Setelah menemukan ide, barulah kita dapat merangkai kata-kata untuk mengungkapkan ide tersebut ke dalam bentuk yang lebih luas. Sebagai karya sastra, puisi berbeda dari cerpen, novel, atau drama. Puisi cenderung singkat karena ditulis dalam bentuk baris-baris. Bahkan, puisi kontemporer seperti saat ini tidak memiliki aturan yang ketat terhadap jumlah suku kata, baris, bait, atau persamaan akhir bunyi (rima). Namun demikian, puisi tetap harus memperhatikan estetika (keindahan) sehingga kita harus jeli memainkan kreativitas dalam menyusun kata-kata dalam puisi, termasuk rima di dalamnya. Rima dapat berupa a-a (bunyi setiap akhir barisnya sama), a-b-a-b (bunyi akhir baris pertama dan ketiga sama, begitu pun bunyi akhir baris kedua dan keempat juga sama), dan sebagainya.

Menentukan pilihan kata atau diksi dalam puisi adalah hal yang dapat dipelajari. Salah satunya dengan banyak membaca, seperti karya sastra, buku, koran, dan sebagainya. Hal tersebut akan akan menambah kosakata yang kita miliki sehingga dengan mudah kita menemukan kata-kata untuk menuangkan gagasan ke dalam puisi yang ditulis. Kita juga dapat memilih kata-kata yang tidak banyak digunakan dalam percakapan sehari-hari agar menimbulkan efek indah pada puisi yang ditulis. Cara mengungkapkan gagasan dengan bahasa yang indah disebut juga gaya bahasa.

Secara sederhana, langkah-langkah menulis puisi di atas dapat disimpulkan sebagai berikut.

  1. Menentukan ide;
  2. Menentukan judul, yaitu kata, frasa, atau klausa yang mewakili keseluruhan ide puisi;
  3. Merangkai pilihan kata yang sesuai dengan ide yang hendak dituangkan;
  4. Memperhatikan aspek estetika (keindahan) seperti persamaan bunyi di akhir baris (rima), jumlah baris, dan gaya bahasa;
  5. Mempublikasikan atau membacakan puisi di hadapan orang lain agar mendapatkan kritik dan saran.

Perhatikan Contoh

Perhatikan puisi berikut ini!

Kidung Semesta

Menerawang hamparan lazuardi
Berhias mega berarak sepadi
Surya mengintip tak enak hati
Sinarnya teduh menerpa keladi
Menyentuh hangat sehalus randi
Menebar cinta kasih abadi

(Reza S. Nugraha)

Bait puisi di atas terdiri atas enam baris. Sebagaimana telah kita baca, seluruh baris memiliki bunyi akhir yang sama, yaitu bunyi i. Selain itu, dalam puisi tersebut juga digunakan gaya bahasa yang jarang kita temui sehari-hari. Misalnya kata lazuardi yang berarti biru langit. Ungkapan hamparan lazuardi tentu ditujukan pada hamparan langit. Begitu juga dengan kata sepadi yang berarti sedikit, keladi yang termasuk jenis tumbuhan umbi berdaun lebar, dan randi yang berarti kain halus.

Poin Penting

  1. Puisi adalah salah satu bentuk karya sastra yang tersusun dari bahasa yang indah dan padat makna;
  2. Langkah menulis puisi adalah menentukan ide, merangkai pilihan kata (diksi), dan memperhatikan aspek estetika (keindahan) seperti persamaan bunyi di akhir baris (rima), jumlah baris, dan gaya bahasa.
Advertisement
Cara Mudah Menulis Puisi | lookadmin | 4.5