Close Klik 2x

Bentuk-Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup

Advertisement

Bentuk-Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup – Setelah mempelajari bahasan ini, kalian diharapkan mampu memahami mengenai bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup.

BENTUK-BENTUK KERUSAKAN LINGKUNGAN HIDUP

Manusia tidak dapat dilepaskan dari lingkungan tempat tinggalnya, yaitu bumi. Sayangnya, manusia juga yang banyak melakukan kerusakan di bumi. Bagaimanakah bentuk-bentuk kerusakan lingkungan hidup di bumi? Mari simak bahasan berikut.

Sumber daya bumi sangat penting bagi kelangsungan dan keberlanjutan hidup manusia. Namun, muncul berbagai permasalahan juga kerusakan yang dapat mengganggu keberlanjutan hidup manusia, di antaranya:

1) Perubahan iklim yang diakibatkan pemanasan global (global warming)
Pemanasan global (global warming) adalah suatu proses meningkatnya suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan bumi. Para ahli memperkirakan bahwa meningkatnya suhu bumi diakibatkan oleh aktivitas manusia sepanjang 250 tahun terakhir. Pemanasan global telah menimbulkan sejumlah permasalahan. Beberapa permasalahan tersebut adalah sebagai berikut:

• Mencair dan mengapungnya es di kutub bumi dan berkurangnya lapisan es pada puncak Pegunungan Alpen, Andes, dan Himalaya.

• Pemutihan terumbu karang (coral bleaching) di daerah tropis akibat masuknya air yang lebih hangat.

• Terjadinya kebakaran hutan di berbagai belahan dunia.

• Meningkatnya frekuensi terjadinya badai, tornado, serta berubahnya musim hujan dan kemarau di berbagai belahan dunia.

2) Berkurangnya keanekaragaman hayati (biodiversity)
Keanekaragaman hayati (biodiversity) adalah tingkat variasi bentuk kehidupan dalam suatu spesies, ekosistem, bioma, atau planet tertentu. Keanekaragaman hayati tidak terdistribusi secara merata, melainkan sangat bervariasi di sepenjuru dunia. Hal tersebut bergantung pada faktor-faktor, seperti suhu, curah hujan, ketinggian, maupun spesies lainnya. Berikut adalah berbagai kerusakan yang terjadi atas keanekaragaman hayati di bumi.

• Lebih dari 31.000 spesies tumbuhan dan hewan berada dalam ancaman kepunahan.

World Resource Institute membuat estimasi (perkiraan) bahwa dari tahun 1960 sampai 1990, sebesar 1/5 luas hutan hujan tropis telah berkurang, 10% terumbu karang dunia telah mengalami kerusakan, dan hampir 50% mangrove telah musnah.

• Pada tahun 1980 hingga tahun 1995, negara-negara berkembang telah kehilangan 200 juta hektar hutannya.

• Hilangnya habitat diprediksi telah memicu 89% jenis burung dunia, 83% jenis mamalia, dan 91% jenis tumbuh-tumbuhan dunia masuk dalam daftar makhluk hidup yang terancam punah.
• IUCN (International Union for Conservation of Nature), organisasi international untuk sumber daya alam, mencatat bahwa sedikitnya terdapat 3.246 spesies yang berstatus kritis, seperti badak Jawa dan harimau Sumatera.

3) Pencemaran air bersih
Air adalah sumber daya yang tak tergantikan. Air menutupi sepertiga permukaan bumi. Namun, 97% air di bumi adalah air laut yang tidak dapat kita gunakan untuk kebutuhan sehari-hari, terutama untuk minum. Kurang dari 3% air di bumi adalah air bersih yang dapat kita gunakan sehari-hari. Berikut adalah beberapa permasalahan mengenai pencemaran air bersih.

World Water Development Report (WWDR) telah menyusun laporan tentang ketersediaan air bersih dunia. Dalam laporan itu disebutkan bahwa setiap harinya sekitar dua juta ton sampah mencemari wilayah perairan dan produksi limbah cair mencapai 1.500 m3. Jika satu liter limbah mencemari delapan liter air bersih, setidaknya 12.000 km3 air bersih di dunia telah tercemar.

• Daerah perkotaan mengalami kelangkaan air bersih hingga 20%.

4) Limbah B3 (Bahan Berbahaya dan Beracun)
Dalam PP No. 18 Tahun 1999, Limbah Bahan Berbahaya dan Beracun (B3) didefinisikan sebagai sisa suatu usaha dan/atau kegiatan yang mengandung bahan berbahaya dan/atau beracun yang karena sifat dan/atau konsentrasinya dan/atau jumlahnya, baik secara langsung maupun tidak langsung, dapat mencemarkan dan/atau merusakkan lingkungan hidup, dan/atau dapat membahayakan lingkungan hidup, kesehatan, kelangsungan hidup manusia serta makhluk hidup lain. Contoh limbah bahan berbahaya dan beracun adalah bahan baku yang berbahaya dan beracun yang tidak digunakan lagi karena rusak, sisa kemasan, tumpahan minyak, sisa proses produksi, dan oli bekas kapal.

5) Kerusakan lapisan ozon
Lapisan ozon adalah lapisan di atmosfer bumi yang menyerap 97%-99% radiasi ultraviolet matahari yang berpotensi merusak kehidupan di bumi. Radiasi ultraviolet matahari dapat menyebabkan kanker kulit pada manusia. Selain itu, meningkatnya ultraviolet matahari dapat membuat bumi semakin panas sehingga memperburuk pemanasan global (global warming). Berikut ini adalah beberapa permasalahan mengenai ozon.

• NASA mengumumkan temuan lubang ozon di Antartika yang mencapai tiga kali luas negara Amerika Serikat.

• Kerusakan lapisan ozon sebagian besar disebabkan oleh CFC (chlorofluorocarbon) yang, antara lain, digunakan untuk kulkas dan AC.

RANGKUMAN

1) Sumber daya bumi sangat penting bagi kelangsungan dan keberlanjutan hidup manusia. Namun, muncul berbagai permasalahan juga kerusakan yang dapat mengganggu keberlanjutan hidup manusia.

Advertisement
Bentuk-Bentuk Kerusakan Lingkungan Hidup | lookadmin | 4.5