Close Klik 2x

Bahan Gelas dan Kayu

Advertisement

Bahan Gelas dan Kayu – Pada topik kali ini, kita akan membahas bahan gelas dan kayu. Sebelumnya, mari kita terlebih dahulu mempelajari tentang bahan gelas dan kayu yang sering kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Pernahkah kalian memperhatikan gelas minuman, kaca jendela rumah, bola lampu, dan cermin yang selalu kalian gunakan untuk berdandan? Semua benda-benda tersebut merupakan hasil produksi dari bahan gelas atau kaca.

Selain itu, coba kalian perhatikan meja, kursi jepara, lemari pakaian, dan pintu rumah. Semua benda-benda tersebut merupakan hasil produksi dari bahan kayu. Dari contoh-contoh ini, dapat kita lihat bahwa bahan gelas dan bahan kayu merupakan bahan-bahan yang sangat banyak kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari.
Apakah kalian sudah memahami contoh-contoh bahan gelas dan kayu tersebut? Baiklah, selanjutnya mari kita membahas bahan gelas dan kayu serta pemanfaatannya dalam kehidupan sehari-hari.

A. Bahan Gelas

Gelas merupakan benda bening atau transparan yang secara kimia sama dengan kuarsa. Pada umumnya, gelas dibuat dari campuran silikon atau silikon dioksida
Gelas atau kaca memiliki karakteristik sebagai berikut.
a. Gelas atau kaca tahan terhadap korosi (perkaratan)
b. Gelas atau kaca tahan terhadap zat kimia sehingga sangat banyak digunakan sebagai alat-alat laboratorium
c. Gelas atau kaca dapat bersifat magnetik dan nonmagnetik
d. Kapasitas panas yang baik dan konduktivitas panas yang rendah
e. Sifat gelas atau kaca keras dan kuat
f. Sifat listrik gelas atau kaca dapat bersifat insulator (bahan yang tidak dapat menghantar listrik), semi konduktor (bahan yang pada saat tertentu bersifat insulator, tetapi pada kondisi lain bersifat konduktor), konduktor (bahan yang mudah menghantar listrik) bahkan super konduktor (bahan yang dapat menghantarkan listrik walaupun tidak ada sumber tegangan).
1. Bahan baku pembuatan gelas atau kaca
Bahan baku pembuatan gelas atau kaca terbagi dalam dua kelompok yaitu sebagai berikut.
a. Bahan yang dibutuhkan dalam jumlah besar meliputi pasir silika, batu kapur, soda abu,feldspar, dan cullet (pecahan gelas)
b. Bahan yang dibutuhkan dalam jumlah sedikit meliputi natrium sulfat, selenium, natrium bikroma, dan arang.
2. Proses pembuatan gelas
Proses pembuatan gelas yaitu sebagai berikut.
a. Penyiapan bahan
Bahan-bahan yang telah disiapkan digiling dan dicampur dengan perbandingan tertentu untuk menghasilkan jenis gelas yang diinginkan. Setelah selesai, bahan tersebut dilebur di dalam tungku peleburan. Hal yang perlu diingat yaitu sebagai berikut.
1.) Bahan-bahan harus dimurnikan dan dibersihkan terlebih dahulu sebelum diolah.
2.) Agar gelas yang dihasilkan bening cerah, bahan yang digunakan harus berkadar besi kurang dari 0,5%.
b. Peleburan bahan
Peleburan bahan dapat dilakukan dengan dua cara yaitu sebagai berikut.
1.) Peleburan dengan pot atau krus
2.) Peleburan dengan tungku bak
c. Pembentukan gelas
d. Anealing
Tahapan ini berfungsi untuk menghindari pecahnya gelas akibat tegangan-tegangan antarmolekul pada kaca yang tidak merata. Pada tahap ini dilakukan pendinginan kaca sampai temperatur ruangan, yang dilakukan secara perlahan untuk menahan regangan sampai titik maksimumnya.
e. Perbaikan bentuk
Jika ada bagian yang masih kurang baik atau tajam, biasanya digurinda atau dipanaskan agar meleleh.
3. Pemanfaatan gelas
Gelas atau kaca banyak digunakan pada peralatan rumah tangga (gelas minum, piring gelas, mangkok gelas, ceret gelas), alat-alat laboratorium (labu ukur, labu destilasi, erlemeyer, gelas kimia, buret, gelas ukur, tabung reaksi), kaca untuk bangunan, genteng kaca, pintu kaca, isolator listrik, cermin rias, bola lampu, kaca berwarna, dan kaca aman (safety glass).

B. Bahan Kayu

Bahan kayu merupakan produk alam yang didapat dari tumbuh-tumbuhan/ pohon-pohonan.
Bahan kayu mengandung 4 komponen yang sangat penting, yaitu sebagai berikut.
a. Selulosa merupakan komponen terbesar yang dimiliki oleh kayu dengan jumlah mencapai 70% dari berat kayu. Selulosa sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia, terutama sebagai bahan baku dalam pembuatan kertas dan tekstil.
b. Lignin merupakan komponen pembentuk kayu dengan jumlah 18% – 28% dari berat kayu. Lignin berfungsi memberikan sifat kekerasan kayu. Oleh karena itu, sifat keras ataupun lunak pada kayu ditentukan pada jumlah dan jenis lignin yang terkandung di dalamnya.
c. Bahan-bahan ekstraktif yang memberikan sifat pada kayu berupa warna, bau, rasa, dan keawetan. Senyawa ekstraktif ini berfungsi melindungi kayu dari serangan hama. Selain itu, karena adanya bahan ini, kayu menghasilkan tannin, zat warna, minyak, getah, dan malam yang sangat bermanfaat bagi kehidupan manusia.
d. Mineral pembentuk abu yang jumlahnya 0,2 % – 1 % dari berat kayu. Mineral pembentuk abu ini didapat setelah lignin dan selulosa terbakar habis.
1. Pemanfaatan kayu
Bahan kayu banyak sekali digunakan dalam kehidupan sehari-hari, misalnya sebagai berikut.
a. Sebagai peralatan memasak: sendok kayu
b. Sebagai bahan bangunan: pintu, jendela, kerangka atap, dan dinding rumah
c. Sebagai perlengkapan rumah tangga: lemari pakaian, kursi kayu, dan meja kayu
d. Sebagai bahan baku industri: pembuatan kertas dan tekstil
e. Sebagai alat transportasi: perahu dan kapal penangkap ikan
f. Sebagai perhiasan: hiasan dinding rumah
g. Sebagai bahan kerajinan tangan: miniatur rumah-rumahan, miniatur kapal, dan miniatur sepeda motor.

2. Keuntungan penggunaan bahan kayu
Keuntungan penggunaan bahan kayu yaitu:
a. biaya penggunaan kayu lebih murah;
b. mudah dalam pengerjaannya;
c. bersifat isolator;
d. mudah diganti apabila mengalami kerusakan;
e. dapat diperoleh dalam jumlah yang cukup banyak dalam waktu singkat;
f. awet jika dirawat dengan baik; dan
g. mengandung nilai keindahan.

3. Kerugian penggunaan bahan kayu
Kerugian penggunaan bahan kayu yaitu:
a. bahan kayu berasal dari alam sehingga kualitas kayu tidak dapat dikontrol. Hal ini menyebabkan sering dijumpai cacat pada kayu;
b. mudah terbakar jika terkena api;
c. bahan kayu dapat menyerap air di lingkungan sekitar sehingga kayu dapat mengembang dan menyusut sesuai dengan kadar air yang diserap;
d. bahan kayu mudah membusuk karena jamur dan kandungan air yang berlebih sehingga perlu perawatan ekstra; dan
e. bahan kayu dapat lapuk karena hama.

Contoh Soal

1. Bola lampu dan cermin merupakan hasil produksi dari….
a. bahan serat
b. bahan karet
c. bahan gelas
d. bahan kayu
Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
Gelas atau kaca banyak digunakan pada peralatan rumah tangga (gelas minum, piring gelas, mangkok gelas, ceret gelas), alat-alat laboratorium (labu ukur, labu destilasi, erlemeyer, gelas kimia, buret, gelas ukur, tabung reaksi), kaca untuk bangunan, genteng kaca, pintu kaca, isolator listrik, cermin rias, bola lampu, kaca berwarna, dan kaca aman (safety glass).

2. Berikut ini merupakan kerugian penggunaan kayu, kecuali….
a. mudah terbakar
b. dapat lapuk karena hama
c. mudah dalam pengerjaaannya
d. mudah membusuk karena jamur

Kunci Jawaban: C
Pembahasan:
Kerugian penggunaan bahan kayu yaitu:
a. bahan kayu berasal dari alam sehingga kualitas kayu tidak dapat dikontrol. Hal ini menyebabkan sering dijumpai cacat pada kayu;
b. mudah terbakar jika terkena api;
c. bahan kayu dapat menyerap air di lingkungan sekitar sehingga kayu dapat mengembang dan menyusut sesuai dengan kadar air yang diserap;
d. bahan kayu mudah membusuk karena jamur dan kandungan air yang berlebih sehingga perlu perawatan ekstra; dan
e. bahan kayu dapat lapuk karena hama.

Advertisement
Bahan Gelas dan Kayu | lookadmin | 4.5