Close Klik 2x

Aliran Air Tanah

Advertisement

Aliran Air Tanah – Aliran air tanah merupakan salah satu rangkaian proses dalam siklus hidrologi. Bagaimanakah seluk-beluk air tanah? Mari cermati materi pelajaran kali ini.

Air tanah merupakan air yang bergerak di dalam tanah mengisi ruang-ruang antar butir tanah atau dalam retakan-retakan batuan. Aliran air tanah merupakan salah satu rangkaian proses dalam siklus hidrologi. Sumber utama air tanah adalah air hujan yang terinfiltrasi, dikurangi penguapan dari permukaan tanah dan transpirasi. Berikut ini diuraikan beberapa sumber yang mengisi air tanah :
a) Air meteorik (meteoric water atau vados water), yaitu air yang berasal dari atmosfer, baik secara langsung seperti rembesan (infiltrasi) dari hujan, maupun secara tidak langsung seperti rembesan dari air danau, sungai, atau saluran buatan.
b) Air magmatis (magmatis water) atau air juvenil, yaitu air yang berasal dari magma berupa gas yang masuk ke dalam pori-pori bumi bagian dalam.
c) Air konat (connate water) adalah air yang asal mulanya dari batuan sedimen/gunung. Air konat disebut juga air fosil (fossil water). Air ini mempunyai salinitas (tingkat keasinan) tinggi dibandingkan dengan air di daerah laut.

Keberadaan air tanah sangat tergantung pada sifat lapisan batuan yang ada di bawahnya. Lapisan batuan yang mudah dilalui oleh air disebut ‘lapisan permeabel’, terdiri dari batuan lepas-lepas, seperti kerikil atau pasir. Lapisan ini disebut juga sebagai ‘lapisan akuifer’.

Lapisan batuan yang tidak dapat dilalui oleh air disebut ‘lapisan impermeabel’ atau ‘lapisan kedap air’ yang terdiri dari tanah bertekstur lempung. Adanya lapisan bebatuan yang berbeda ini mengakibatkan perbedaan daya tampung lapisan batuan terhadap air.

Air tanah dapat dibedakan menjadi :
1) Air tanah dangkal (air freatis) adalah air tanah yang terletak di atas lapisan kedap air dan biasanya tidak begitu dalam. Air ini banyak dimanfaatkan untuk sumur galian.
2) Air tanah dalam (air artesis) adalah air tanah yang terletak di antara dua lapisan kedap air, seperti air yang berasal dari pegunungan. Umumnya air ini terletak pada lapisan akuifer dengan jumlah air yang relatif besar. Jika tekanan air sangat besar, maka air akan memancar, baik melalui rekahan maupun sumur artesis.

Akuifer dapat dibedakan menjadi beberapa tipe, yakni :
a) Akuifer tidak tertekan, dimana batas atasnya adalah muka air tanah. Kedalaman dan bentuk muka air tanah sangat tergantung pada keadaan di permukaan tanah, luas daerah tangkapan air, debit air, dan banyaknya sumur.
b) Lapisan akuifer tertekan, sering disebut juga ‘akuifer artesis’, yakni suatu lapisan air tanah yang terletak di antara dua lapisan kedap air.
c) Akuifer setempat, merupakan lapisan air yang lokasinya setempat-setempat mengikuti lapisan kedap air yang keberadaannya juga demikian.
d) Akuifer semi tertekan, merupakan akuifer tertekan yang dibatasi oleh lapisan yang agak tembus air.

Daerah-daerah yang banyak mengandung air tanah (akuifer) di antaranya adalah daerah dataran aluvial, daerah antar gunung api, daerah kapur, dan daerah delta/gosong pasir. Di daerah pantai, air tanah tawar banyak dijumpai pada bekas beting pantai atau tanggul alam gosong pasir (natural levee). Lahan ini biasanya digunakan untuk areal permukiman karena tersedia air tanah dangkal yang tawar.

Secara alamiah, tinggi permukaan air tanah akan naik-turun (berfluktuasi), namun tetap dalam keadaan seimbang. Fluktuasi permukaan air tanah terjadi karena :
• Adanya kegiatan pengambilan air tanah untuk konsumsi manusia (rumah tangga), industri, dan pertanian;
• Adanya pergantian musim, sehingga pada musim hujan tinggi muka air tanah mengalami kenaikan, tetapi pada musim kemarau cenderung menurun secara bertahap.

Air tanah mempunyai peranan cukup besar untuk memenuhi kebutuhan hidup. Penduduk biasanya mengambil air dari air tanah dangkal untuk kebutuhan domestik dan pertanian, sedangkan industri biasanya memerlukan air dalam jumlah banyak sehingga mengambil air tanah dalam, yaitu dari sumur artesis.

Bila air tanah dangkal dan air tanah dalam diambil secara berlebihan, maka sumber air tanah akan berkurang. Akibatnya, terjadi penurunan tanah dan penerobosan air asin ke dalam air tanah (intrusi air asin) pada daerah pesisir. Terjadinya intrusi air laut menyebabkan penyediaan air bersih terganggu karena air tawar tercemari oleh air laut. Upaya untuk membersihkannya kembali memerlukan waktu bertahun-tahun. Oleh karena itu, berbagai cara harus dilakukan guna mencegah dan mengendalikan terjadinya intrusi air laut.

Advertisement
Aliran Air Tanah | lookadmin | 4.5